JOGJA – Antisipasi lulusan jurusan Arsitektur menganggur, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIJ menginisiasi ArchiPrenuer. Kegiatan yang juga untuk memperingati HUT ke-58 IAI itu dilakukan dengan mempertemukan para mahasiswa arsitektur dengan para praktisi di bidangnya.

“ArchiPrenuer ini bertujuan mewadahi arsitek yang sudah berpraktek dengan mahasiswa dan lulusan arsitektur yang mencoba mandiri,” ujar koordinator acara ArchiPreneur, Gerarda Orbita Ida, di sela kegiatan yang digelar di Kampus 2 Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) kemarin (7/10). Dalam kesempatan tersebut sekaligus untuk meng-update pengetahuan mahasiswa arsitektur dengan isu arsitek masa kini, seperti isu hemat energi dan ramah lingkungan.

Sesuai namanya, ArchiPrenuer, IAI DIJ ingin mengajak para mahasiswa maupun lulusan arsitektur untuk bisa menjadi entrepreneur dalam bidang arsitektur. Caranya, jelas dosen jurusan Arsitektur UAJY itu, seperti dengan membuka biro konsultan perencanaan sendiri. “Maka kami undang praktisi yang sudah sukses, berbagai kisah awal usaha mereka,” ungkapnya.

Ketua HUT IAI DIJ 2017, Sofia A Ulfah menambahkan, acara ArchiPreneur ini juga untuk mengarahkan agar mahasiswa kelak setelah menyelesaikan studinya bisa mandiri berwirausaha. Sofia menyebut sudah banyak arsitek dari DIJ yang karyanya dipakai bangunan di luar maupun dalam negeri. “Melalui ArchiPrenuer ini kami ingin membuka wawasan mahasiswa terkait arsitektur,” ujarnya.

Sofia mencontohkan arsitek seperti Ismail Yakub yang merancang master plan revitalisasi Stasiun Tugu dan sejumlah hotel dan rumah sakit, Judy Pranata yang berpengalaman merancang desain interior sejumlah hotel mewah di Jakarta dan Timur Tengah, serta Djoko Istiadji perancang desain bangunan sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah dan beberapa hotel di Jakarta.

Sementara itu Desrina Ratriningsih dari prodi Arsitektur UTY menambahkan di DIJ saat ini terdapat sembilan kampus yang membuka jurusan Arsitektur. Karena itu wadah ArchiPrenuer yang diselenggarakan IAI DIJ itu dinilainya juga sebagai tempat mensosialisasikan wadah organisasi arsitek maupun menyamakan visi dan misi. “Apalagi baru disahkan UU Arsitek, bisa sekaligus untuk mensosialisasikan,” ungkapnya. (pra/ong)