SLEMAN – Pernyataan Pakar Geologi asal UGM Wahyu Wilopo yang menyebut kontur tanah calon lokasi perumahan murah Godean Hills rawan longsor karena didominasi lempung berbuntut.

Pengembang Godean Hills tak terima dengan statemen tersebut. Apalagi Wahyu mengaku pernah mengadakan kajian terhadap pembangunan di kawasan tersebut.

Pengembang disebut belum bertindak profesional. Material pemotongan lereng hanya ditimbun tanpa pemadatan sehingga mudah longsor jika hujan datang.

“Kami sedang teliti untuk memastikan apakah pernyataan itu atas nama pribadi atau institusi. Upaya hukum sedang kami siapkan,” ujar Yoyok Sismoyo SH selaku penasihat hukum PT Dewi Sri Sejati kemarin (8/10).

PT Dewi Sri Sejati adalah pengembang pembangunan Godean Hills yang merupakan perumahan murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Yoyok menegaskan, upaya hukum pidana maupun perdata akan dilakukan. Dia juga memasalahkan pernyataan Wahyu yang mengaku telah mengadakan penelitian ke kawasan Godean Hills. “Berarti itu masuk pekarangan orang lain tanpa izin. Kami nggak pernah diberitahu,” tudingnya.

Bersama Dirut PT Dewi Sri Sejati Alim Sugiantoro, Yoyok meninjau lokasi perumahan di Bukit Jering, Sidorejo, Godean. Tampak dalam kunjungan itu Pakar Geologi UPN Veteran Jogja Jatmiko Setiawan.

Senada dengan Yoyok, Alim mengaku mendapatkan komplain dari sejumlah calon pembeli Godean Hills. Dia menyesalkan pernyataan Wahyu yang dinilainya merugikan. “Omongan itu membuat resah,” ucapnya kecewa.

Alim merasa keberatan dengan pernyataan Wahyu seperti dimuat Radar Jogja Selasa (3/10) lalu. Dia memberikan ilustrasi. Pakar dari UGM itu layaknya tamu tak diundang masuk ke rumah membawa bom sehingga membuat panik.

Alim mengaku saat ini tengah memproses izin pembangunan perumahan MBR di atas lahan seluas 5 hektare. Di lokasi itu akan dibangun 5.000 unit rumah MBR bagi masyarakat berpenghasilan di bawah Rp 4 juta.

“Cicilannya murah per bulan hanya Rp 700 ribu. Lebih murah daripada harus bayar kos atau kontrakan,” terang pria asal Tuban ini.

Pembangunan tidak akan dilakukan selama izin belum terbit. Alim yakin Pemkab Sleman mendukung program Perumahan MBR yang dicanangkan Presiden Jokowi. Dukungan itu antara lain dengan lahirnya Peraturan Bupati No. 19 Tahun 2017 tentang Perumahan MBR.

“Pembangunan Godean Hills ini lebih banyak sisi kemanusiaan dibandingkan bisnis. Ini lebih sebagai upaya membantu pemerintah menyediakan rumah murah,” ujarnya.

Harga rumah MBR sudah ditentukan pemerintah. Pengembang tak bisa seenaknya menaikkan biaya meski harga material terus merambat naik. Mestinya Desember tahun lalu, Godean Hills mulai dibangun. Namun terganjal izin dari Pemkab Sleman.

Pernyataan Wahyu kontras dengan keterangan Jatmiko. Dosen Geologi UPN Veteran ini menyatakan bukit Jering tidak lagi berbahaya untuk perumahan. Asal ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Misalnya di balik bukit ada pengaman sederhana untuk mengantisipasi longsor. (kus/ila/ong)