SLEMAN – Akibat kurang berhati-hati Tugimin, 61, tertimpa longsoran tebing Cengklik, Sambirejo, Prambanan. Peristiwa ini terjadi Minggu pagi (8/10) saat korban tengah menambang sendirian. Korban meninggal ditempat setelah tergencet bongkahan batu dari atas tebing.

Anggota Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB) Bandung Bondowoso Prambanan Agustinus Prawoto menuturkan, peristiwa terjadi pukul 06.30. Hal ini berdasarkan laporan saksi mata Jiman, 50, yang mendengar suara gemuruh runtuhan batu.

“Rumah saksi sekitar 500 meter dari lokasi, suara gemuruh cukup keras. Saat didatangi, korban (Tugimin) sudah tergencet batu dan longsoran. Ketinggian tebing lokasi korban sekitar tiga meter,” jelasnya kemarin.

Prawoto mengungkapkan, kondisi korban sangat mengenaskan. Akibat terjepit batu, seluruh isi perut korban terurai. Proses evakuasi sendiri tidak tergolong lama. Dibantu warga, relawan menyingkirkan timbunan longsoran dan menurunkan korban.
Dia membenarkan korban kurang berhati-hati. Terlebih kawasan atas tebing cenderung menjorok ke depan. Sementara lokasi penambangan justru menjorok ke dalam. Alhasil lokasi tersebut rawan terjadi longsoran.

“Di atas ada tanah yang bercampur batu dan kemungkinan karena kena getaran pasti ada rekahan,” ujarnya.

Dari peristiwa ini, dia meminta beberapa pihak mengevaluasi diri. Terutama para penambang tradisional yang berada di kawasan tersebut. Tujuannya agar lebih memperhatikan keselamatan dan keamanan kerja.

“Koordinasi pula dengan pemangku wilayah untuk diadakan pembinaan. Jadi peringatan buat penambang lain juga, karena banyak titik-titik penambangan baru di kawasan perbukitan Prambanan,” tegasnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan LogistikBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan meminta penambang lebih bijak. Terlebih kawasan perbukitan Prambanan memiliki kontur tanah yang labil.

Meski penambangan menjadi penyangga ekonomi, Makwan meminta warga tidak asal menambang. Memperhatikan lokasi dan titik rawan longsor. Terutama yang terindikasi dengan adanya rekahan tanah di kawasan atasnya.

“Harus hati-hati, apalagi dalam kejadian tersebut korban bekerja sendiri. Jadi tingkat kewaspadaan tidak maksimal. Harus ada kajian dan pembinaan kepada warga terutama yang berprofesi sebagai penambang,” katanya. (dwi/ila/ong)