BANTUL – Strategi pemberian iming-iming yang diterapkan Pemkab Bantul untuk mendongkrak partisipasi peserta KB pria efektif. Sebagai buktinya, dengan pemberian reward sebesar Rp 1 juta, kuota peserta KB pria melebihi target.

Kepala Seksi Pelayanan KB Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKB-PMD) Bantul Harmanto menyebut peserta KB pria hingga Agustus mencapai 189 orang. Padahal, targetnya hanya 169 orang.
“Masih tergolong usia produktif. Rata-rata mereka usia 40 tahun hingga 50 tahun,” jelas Harmanto di sela Pencanangan Kampung KB di Dusun Cembing, Trimulyo, Jetis, kemarin (10/10).

Kendati membeludak, anggaran untuk reward terbatas. Harmanto menyebut hanya menganggarkan Rp 100 juta pada 2017. Itu untuk 100 peserta KB pria. Hadiah ini bagi peserta KB yang mengikuti pelayanan maksimal bulan Maret.

“Pencairan hadiahnya pada Mei,” ucapnya.

Pemberian reward bukan pertama kali. Strategi ini telah diterapkan sejak 2012. Saat itu iming-iming berupa satu ekor kambing. Harmanto menegaskan, strategi ini untuk akselerasi program KB pria. Sebab, realisasi KB pria banyak menemui kendala. Di antaranya, penolakan. Jamak yang menganggap hukum KB pria haram.

“Ada pula yang menganggap KB pria dengan MOP (vasektomi) sebagai kebiri,” tuturnya.

Oleh karena itu, pemkab menempuh berbagai strategi untuk menyukseskan program ini. Stategi lain yang digencarkan adalah pencanangan kampung KB.

Kepala Seksi Informasi dan Edukasi DPPKB-PMD Irma Hermawati menyatakan, pemilihan Dusun Cembing sebagai pencanangan kampung KB lantaran masih minimnya kepesertaan.

“Angka kemiskinannya juga masih tinggi. Masih banyak RTLH (rumah tidak layak huni),” ungkapnya.

Dengan pencanangan ini, Irma tidak hanya menargetkan keberhasilan program KB. Lebih dari itu, juga program pengentasan kemiskinan. “Karena KB menuntut perencanaan dari tingkatan rumah tangga,” tambahnya. (zam/ila/ong)