RADARJOGJA.CO.IDFeri Irawan tampak gugup ketika diminta maju ke depan oleh anggota Polantas Ditlantas Polda DIJ, Briptu Patar pada acara Sosialisasi Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan dan Tata Cara Pengurusan Santunan Kecelakaan PT Jasa Raharja di SMK Muhammadiyah Berbah, Selasa (10/10). Siswa Kelas X tersebut gugup lantaran khawatir tak dapat menjawab pertanyaan. Ya maklum saja, momen itu merupakan pengalaman pertamanya didaulat maju berdiri didepan ratusan teman-teman sekolahnya.

“Sebutkan 3 siap yang harus dilakukan seorang pengemudi sebelum bepergian,” tanya Patar.

Mendapat pertanyaan tersebut, Feri terlihat gugup, tegang dan tersipu malu lantaran khawatir jawaban yang akan disampaikan salah. Dengan nada pelan, Feri pun menjawab.

“3 Siap yaitu siap kondisi fisik, siap kondisi kendaraan, dan siap mentaati tata tertib lalu lintas,” jawab Feri.

Ya, jawaban Feri pun benar. Namun, ia pun diminta mengulangi jawaban tersebut hingga tiga kali dengan nada keras agar teman-temannya mendengar. Atas jawaban tersebut, Feri pun mendapatkan helm.

“Sebagai tanda terima kasih karena sudah menjawab dengan benar, ini kami beri helm. Gunakan helm ya saat berkendara dan jangan lupa talinya diikat dengan benar sampai bunyi klik,” terang Patar.

Pada kesempatan itu, Patar menyampaikan, berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIJ, insiden kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jogjakarta banyak disebabkan karena ulah manusia. Maksudnya, kecelakaan itu terjadi karena pengemudi sering mengabaikan tata tertib berlalu lintas. Misalnya, pengemudi melanggar marka, ngebut, menerebos lampu merah, tidak mengenakan helm, dan tidak memperhatikan situasi arus lalu lintas di sekelilingnya.

“Kalau naik sepeda motor atau mobi di jalan raya jangan sekali-kali mencoba melanggar aturan lalu lintas. Nanti akibatnya bisa fatal, bisa membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan yang lain,” terang Briptu Patar.

Untuk menyakinkan para siswa, Patar dan rekannya memutarkan video berisi sejumlah pengemudi sepeda motor dan mobil yang melanggar lalu lintas. Diantara video pun ada gambar kecelakaan lalu lintas yang diawali adanya pelanggaran.

“Sebelum bepergian dengan sepeda motor dan mobil, mohon cek dulu kondisi fisik kesehatan. Jika ngatut sebaiknya istirahat dulu. Kemudian cek juga kondisi kendaraan dan jangan lupa selalu taati tata tertib berlalu lintas,” jelas Patar.

Imbauan ini terus disampaikan Ditlantas Polda DIJ karena korban kecelakaan yang terjadi di Jogjakarta didominasi oleh usia produktif yaitu antara usia 17 tahun hingga 30 tahun. Ironisnya lagi, para korban kecelakaan yang mengalami kecelakaan biasanya mengabaikan aturan lalu lintas.

“Kalau naik sepeda motor jangan lupa kenakan helm, bawa SIM dan STNK,” tambahnya. (mar)