Kapolres Magelang Silaturahmi dengan Wartawan

MUNGKID – Aksi kekerasan terhadap wartawan di Banyumas tidak hanya mengundang empati dari kalangan sejawatnya. Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo juga mengaku prihatin terhadap peristiwa kekerasan terhadap pekerja media itu.
Dia berharap peristiwa kekerasan terhadap wartawan tidak terjadi di wilayah Magelang dan sekitarnya. “Peristiwa di Banyumas adalah keprihatinan bersama. Peristiwa ini bisa hindari bila satu sama lain saling mengenal,” kata Hari Purnomo saat bersilaturahmi dengan kalangan wartawan kemarin.

Menurutnya, benturan yang terjadi antara wartawan dan anggota kepolisian di Banyumas dinilai karena miss komunikasi. Salah satu faktor penyebabnya karena anggota masih awam dengan rekan wartawan. Selama ini yang kenal dengan wartawan di antaranya pemangku jabatan kabag, kapolsek, dan lainnya. “Harus senantiasa berdekatan dengan anggota yang di lapangan. Ini miss komunikasi,” jelasnya.

Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud menjelaskan bahwa kasus di Banyumas hampir sama yang terjadi di Rembang. Kasus tersebut tidak bisa diselesaikan lewat perdamaian. Melainkan harus melalui jalur hukum. Apalagi di Banyumas sudah ada korban dan perampasan alat peliputan. “Secara sosiologis, kita tetap berteman. Tapi, secara yuridis, tetap harus diproses karena kita punya UU yang harus dihormati,” kata Amir.

Amir berpesan kepada seluruh wartawan, supaya tidak mudah memaafkan jika mendapat perlakuan serupa dari aparat. Dalam konteks ini, wartawan jelas tidak bisa disalahkan. Itu karena mereka sudah bekerja sesuai proporsi. Yakni, mendekat ke lokasi, karena kejadiannya pun di sekitar lokasi kejadian. “Jadi sama sekali tidak ada yang dilanggar oleh wartawan,” katanya.

Dia pun menegaskan bahwa, persoalannya ada di aparat bukan pada wartawan. Dengan demikian, kalau muncul insiden semacam ini, wartawan jangan cepat-cepat mau diajak damai. “Tidak masalah kalau diajak bicara. Tapi ya kasus tetap jalan,” kata dia. (ady/din/ong)