PURWOREJO – Hujan yang mengawali datangnya musim penghujan belum menambah debit air bersih. Ribuan jiwa masih menggantungkan kebutuhan air bersih dari tangki-tangki air Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo.

Tercatat ada dua desa yang sebelumnya tidak masuk dalam surat keputusan (SK) Bupati Purworejo sebagai penerima bantuan, terpaksa dikirim bantuan karena minimnya air bersih. Keduanya adalah Desa Rendeng di Kecamatan Gebang dan Desa Cengkawakrejo di Kecamatan Banyuurip.

“Di Desa Rendeng ada 130 jiwa yang mendapatkan pasokan rutin air bersih sekarang. Memang tidak masuk dalam daftar SK Bupati, tapi karena kami mendengar informasi dari lapangan adanya masyarakat yang berusaha membuat sumur di aliran sungai, terus kami datangi. Dan memang di sana butuh, karena itu stok ada ya kami saluran,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Purworejo Sigit Ahmad Basuki kemarin (13/10).

Menurutnya, BPBD Purworejo bersifat flesibel di mana akan menindaklanjuti laporan di lapangan jika ada warga atau daerah yang masih membutuhkan air bersih. Tercatat hingga kini sedikitnya masih ada 7.381 jiwa yang masih menggandalkan bantuan air. Mereka tersebar di 10 kecamatan di Purworejo.

“Memang relatif masih cukup banyak. Sebagian besar masih di daerah yang sudah diperdiksikan akan mengalami kekurangan air bersih,” tambah Sigit.

Stok air bersih yang dimiliki relatif masih cukup banyak. Dari Sekitar 1.300-an tangki air bersih hingga tanggal 12 Oktober lalu sudah disalurkan sebanyak 342 tangki. “Kami prediksikan masih akan melakukan pengiriman hingga 15 hari
ke depan. Dengan rata-rata pengiriman 11 tangki per hari, setidaknya masih dibutuhkan sekitar 177 tangki lagi,” jelasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Boedi Hardjono menyampaikan, adanya hujan masih dalam ukuran rendah hingga sedang. Persebaran hujan juga belum merata sehingga belum semua daerah mampu mencukupi kebutuhan air bersih sendiri.
“Sesuai prakiraan BMKG, hujan secara penuh masih di akhir Oktober. Ya kami langkah antisipasi saja, air bersih tetap disalurkan sesuai yang dibutuhkan. Insya Allah semua masih cukup,” kata Boedi. (udi/laz/ong)