BANTUL – Setelah “berpuasa” cukup lama, para nelayan di kawasan Pantai Depok sejak sebulan terakhir mulai menuai penen. Menyusul melimpahnya ikan tangkapan. Saking melimpahnya, dalam sehari satu perahu jukung nelayan dapat membawa pulang beberapa kuintal ikan.

“Mulai melaut pagi pulang jam 11.00 sudah dapat uang Rp 5 juta,” jelas seorang nelayan Pantai Depok Dardi Nugroho, kemarin (15/10).

Ada beragam jenis ikan pada musim kali ini. Mulai bawal, tengiri, layur, tombol hingga lobster. Menurut Dardi, tak perlu melaut hingga ke tengah untuk memperoleh ikan tangkapan. Cukup dengan menebar jaring beberapa meter dari bibir pantai nelayan dapat membawa pulang hasil tangkapan melimpah.

“Nelayan do bingung saking akehe (nelayan sampai bingung karena ikan yang melimpah),” ucapnya.

Ketua TPI Pantai Depok Tarmanto mengungkapkan, melimpahnya hasil ikan tangkapan sejak awal September lalu. Musim panen ini diprediksi bakal berlangsung hingga akhir tahun. Data TPI menunjukkan selama September hasil tangkapan seluruh nelayan mencapai 53 ton.

“Jenis ikan tertentu seperti bawal dan lobster dijual ke Jakarta dan Surabaya,” ungkapnya.

Bagi para nelayan, Tarmanto melihat, musim panen kali ini ibarat waktu berbuka. Sebab, hampir enam bulan lebih para nelayan benar-benar paceklik. Selain tangkapan minim, kondisi gelombang di kawasan Pantai Depok tak bersahabat. Kendati begitu, Tarmanto mencatat penghasilan para nelayan setiap tahunnya cukup lumayan.

“Setahun ada yang dapat Rp 200 juta. Paling rendah Rp 65 juta,” sebutnya.

Nah, sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat di kawasan Pantai Depok bakal menggelar sedekah laut. Rencananya, tradisi tahunan yang biasanya digelar setiap Jumat Kliwon bulan Sura bakal dihelat hari ini.

“Karena Jumat Kliwon terlalu mepet akhirnya kami undur,” kata Ketua Koperasi Mina Bahari 45 Sutarlan.

Tidak sekadar melarung berbagai uba rampe ke laut, seluruh elemen masyarakat seperti pemilik warung kuliner, pedagang asongan hingga para nelayan di kawasan Pantai Depok juga “uruna”‘ membuat nasi takir. Total ada 6.000 nasi takir yang bakal dibagikan kepada pengunjung. “Karena semua merasa mencari hidup di sini,” tambahnya. (zam/ila/ong)