RADARJOGJA.CO.ID – Sebanyak 460 siswa SMKN 5 Jogja mendapat edukasi tertib berlalu lintas di jalan raya dan tata cara pengurusan santunan kecelakaan PT Jasa Raharja, Jumat (15/10). Para siswa-siswi yang mengenakan seragam pramuka lengkap dengan atribut tersebut antusias mendengarkan pemaparan dari jajaran Dikyasa Ditlantas Polda DIJ dan PT Jasa Raharja DIJ.

Dua tema ini disampaikan kepada para siswa dan guru sekolah setempat karena korban kecelakaan yang terjadi di Jogjakarta didominasi dari kalangan pelajar dan usia produktif. Ironisnya lagi, kecelakaan itu terjadi karena faktor pengemudi.

“Kendaraan sepeda motor atau mobil yang mengalami kecelakaan biasanya dipicu pengemudi yang lalai, pengemudi melanggar aturan lalu lintas seperti keluar dari marka, ngebut, menerobos lampu merah, dan ngantuk,” kata Kanit Saran Dikyasa Ditlantas Polda DIJ AKP Slamet Subiyantoro didampingi anggotanya Briptu Patar kepada para siswa dan guru.

Jika bukan karena ulah pengemudi, kecelakaan lalu lintas itu biasanya karena faktor kendaraan seperti rem blong. Namun, kecelakaan yang disebabkan kendaraan jarang terjadi. Kebanyakan, kecelakaan karena pengemudi yang kurang hati-hati dan tidak memperhatikan situasi arus lalu lintas di sekitarnya.

“Kalau memang belum memunyai SIM ya jangan naik sepeda motor sendiri. Kalau ke sekolah dan pulang dari sekolah minta keluarga mengantar,” terang Patar. (mar)