JOGJA – Pelanggaran surat izin parkir di kawasan Titik Nol Kilometer Jogja yang terus berulang, belum akan ditindak tegas dalam waktu dekat. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja, saling menunggu untuk koordinasi penindakan.

“Kami sudah sering operasi. Kan tidak setiap saat ada (pelanggaran), tapi sudah sering mereka kami ingatkan,” ujar Kepala Dishub Kota Jogja Wirawan Hario Yudho kemarin (16/10). Menurutnya, tidak setiap saat lahan parkir di kawasan Titik Nol Kilometer itu digunakan parkir selain motor. “Biasanya saat libur saja, kan juga tidak setiap saat kami bisa mengawasi,” sambungnya.

Wirawan menambahkan, kepada wisatawan maupun sopir bus sudah sering diarahkan untuk parkir di tempat parkir resmi yang disediakan. Jika di taman khusus parkir (TKP) Senopati, di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIJ penuh, diarahkan ke TKP Ngabean. “Sudah sering kami arahkan ke sana, tapi biasanya ingin parkir yang dekat,” ungkapnya.

Terkait penindakan, mantan camat Umbulharjo ini mengatakan, tidak bisa melakukan sendiri. Kewenangan Dishub Kota Jogja hanya menentukan titik mana saja yang diperbolehkan untuk tempat parkir.

“Tapi untuk penindakan kewenangan PPNS (penyidik pegawai negeri sipil) di Satpol PP. Kami selalu koordinasi, karena tugas Satpol PP tidak hanya parkir saja,” tuturnya.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Jogja Christina Suhantini juga mengakui, untuk melakukan penindakan berdasarkan koordinasi dengan instansi terkait. Termasuk untuk penertiban parkir, ia mengatakan untuk operasi dilakukan bersama Dishub Kota Jogja. “Karena kan yang ditangani bukan hanya Perda Perhubungan saja. Kalau hanya kami, anggota terbatas,” ujarnya.

Untuk di kawasan Titik Nol Kilometer Jogja, Christina mengaku fokus Satpol PP adalah para pedagang asongan yang sering ditemui berjualan di sana. Untuk pengawasan terhadap pedagang asongan di sana, Satpol PP rutin melakukan operasi. (pra/laz/ong)