YEL-YEL di sini Depok, di sana Zhedoz di mana-mana kita saudara, ooo ooo terdengar nyaring di tribun. Menghiasi laga SMPN 4 Depok melawan SMPN 6 Jogja pada hari kedua (15/10).

Pada hari ketiga Junio JRBL 2017-2018 Jogja Series pun yel-yel tersebut kian sering terdengar. Tanda positif semakin dewasanya para suporter menghormati suporter lawan.

“Kami datang ke sini buat suporteran. Buat dukung tim dan cari teman,” ujar kordinator suporter SMPN 4 Depok Kendra Rafly Fashahani.

Rafly memiliki strategi untuk menghindari gesekan. “Biasanya kami menekankan pada setiap suporter dan siapapun yang datang agar menahan diri jangan sampai terprovokasi,” ujar Rafly.

Dia dibantu dua kordinator suporter lain sadar, jika terjadi perkelahian, tim mereka akan didiskualifikasi. “Kami ingat, adik-adik kelas kami tahun depan bakalan ikut JRBL, kesempatan mereka gak mau kami rusak,” kata Rafly.

Pihak Zhedoz (SMPN 6 Jogja) tidak jauh berbeda. Koordinator suporter Zhedoz Andrea Darmawan Kristanto Putra punya cara agar suporteran bebas provokasi. “Kami biasanya mengajak, atau diajak ketemuan sama kordinator suporter mereka. Sama-sama menegaskan untuk cari teman dan pengalaman di ajang sebesar ini,” ujar Andrea.

Dia juga ingin mempertahankan gelar sebagai suporter terbaik, karena SMP 6 Jogja dalam tiga tahun terakhir selalu menyabet gelar suporter terbaik. (sbe/iwa/ong)