Potong Tumpeng dan Doa Bersama, Berharap Tak Ada Gusuran

Syukuran atas pelantikan Sultan HB X dan Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIJ periode 2017-2022 kembali digelar. Kali ini dilakukan oleh para pedagang kali lima (PKL) yang biasa mangkal di Jalan Malioboro, depan Kompleks Kepatihan Jogja.
BAHANA, Jogja
Syukuran dilakukan usai Sultan HB X menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD DIJ, kemarin (16/10). Syukuran digelar secara sederhana yakni dengan memotong tumpeng dan doa bersama di lokasi tenda sepanjang area pedestrian. Alasnya pun cukup tikar platik.

Yang istimewa, para pedagang baik laki-laki maupun perempuan mengenakan pakaian adat Jawa. Yang laki-laki memakai surjan dengan belangkon dan kain jarik, sementara yang perempuan memakai kain kebaya.

Ketua Paguyuban Handayani II Tugiran mengatakan, selain rasa syukur, acara ini juga sebagai ungkapan terima kasih kepada Sultan HB X yang juga raja Keraton Jogja karena telah memberikan tempat kepada para PKL berjualan di depan Kompleks Kepatihan. Bertahun-tahun para PKL mengais rezeki dari pejalan kaki yang melintas di Jalan Malioboro.

“Ini inisiatif pedagang nderek mangayubagyo atas dilantiknya Ngarso Dalem dan Paduka Paku Alam,” kata Tugiran, di sela-sela syukuran yang juga menarik perhatian pengunjung kawasan legendaris di Kota Jogja ini.

Dengan dilantiknya HB X dan Paku Alam X sebagai pemimpin pemerintahan DIJ, dia berharap para PKL di Jogja semakin diperhatikan. Revitalisasi Malioboro yang dicanangkan oleh pemerintah daerah diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat kelas bawah.

“Harapannya sih kami tidak kena gusur dan masih diperkenankan berjualan di tempat ini,” ujar pria berusia 54 tahun yang sudah berjualan sejak 1988 ini.

Setelah potong tumpeng dan dibagikan kepada para pengunjung, di antaranya turis mancanegara yang melihat syukuran ini, acara dilanjutkan dengan pertunjukan seni budaya dan pembacaan puisi. Acara semakin meriah dengan hiburan dangdut.
Sontak para pedagang yang mayoritas kaum hawa ini berjoget bersama, iringan lagu-lagu dangdut yang dinyanyikan biduan yang hadir. Mereka benar-benar tampak gembira.

Salah seorang wisatawan asal Jakarta yang menyaksikan acara ini, Noval Ramsi, mengatakan inisitiatif PKL menyampaikan rasa suka cita harus diapresasi. “Masyarakat harus berbahagia dengan kehadiran pemimpinnya,” jelasnya.

Dia pun menilai, Jogja saat ini lebih tertata rapi, sehingga tiap orang yang datang semakin menikmati kota ini. Pria yang keseharian bekerja sebagai konsultan multimedia ini mengaku cukup nyaman selama berada di Jogjakarta.

Dengan kepemimpinan HB X dan Paku Alam X untuk lima tahun ke depan, dia berharap Jogja semakin nyaman bagi para wisatawan. “Yang harus diperhatikan adalah soal kesehatan dan pendidikan, karena ini sumber pembangunan manusia,” katanya. (laz/ong)