BANTUL – Eko Dwi Prasetyo, 34, akhirnya meringkuk di jeruji tahanan Mapolres Bantul. Pelaku penembakan dua wisatawan di Pantai Samas Minggu (15/10) itu dibekuk polisi di sekitar Balai Desa Patalan, Jetis, Bantul, kemarin siang (16/10). Namun motif warga Galur, Kulonprogo, ini melakukan penembakan secara brutal, belum diketahui.

Kanit Buser Sat Reskrim Polres Bantul Ipda Supriyadi mengungkapkan, pelaku dibekuk saat berkunjung ke rumah salah seorang warga. Tanpa perlawanan, pria kelahiran kawasan Pantai Samas ini langsung digelandang ke Mapolres Bantul.

“Langsung kami periksa. Juga untuk mengetahui motifnya,” jelas Supriyadi kemarin.

Minggu sore lalu Eko menembak dua wisatawan asal Temanggung, Jawa Tengah, di kawasan Pantai Samas dengan senapan angin. Seorang wisatawan bernama Ribut Ahmad Fauzan terkena pelipis kirinya. Sementara rekannya bernama Iwan Siswanto terkena peluru di bagian kakinya.

Dari informasi yang diperoleh, Eko Dwi Prasetyo saat itu tengah mengendarai minibus keluar dari kawasan Pantai Samas dengan kecepatan tinggi. Turut bersamanya seorang pria dan wanita. Bersamaan ada rombongan wisatawan dari Temanggung turun dari bus. Mereka berjalan kaki menuju kawasan Pantai Samas.

Untuk menghindari kecelakaan, di antara wisatawan ada yang menegur Eko. Tidak terima, Eko kemudian menghentikan laju kendaraannya. Ia lalu mengambil senapan angin di bagasi mobilnya. Tak hanya itu, Eko juga mengarahkan tembakan ke kerumunan wisatawan.

“Pelaku juga menganiaya seorang wisatawan yang menggendong anaknya,” kata Dwi, warga setempat.

Setelah puas, pelaku kemudian menggeber kendaraannya menuju Pantai Goa Cemara.

Kapolres Bantul Imam Kabut Sariadi mewanti-wanti masyarakat pantai selatan meningkatkan kewaspadaan. Ini menyusul tingginya lalu lintas keluar masuk pengunjung. Terbuka kemungkinan kondisi ini memicu pelaku kejahatan mudah masuk. “Kontrolnya juga sulit, karena saking banyaknya pengunjung,” ujar Imam, singkat. (zam/laz/ong)