HARI ketiga Junio JRBL 2017-2018 Jogja Series semakin panas. Semua tim berjuang agar tidak tersingkir. Mental dan adaptasi jadi taruhan, siapa yang lebih matang dan lebih dulu siap, dialah yang bertahan.

Demikian gambaran pertandingan pada bagian putri antara SMPN 4 Pakem (Pradnyasiwi) berhadapan dengan SMP Al-Azhar. Sama-sama baru kali pertama mengikuti kompetisi basket pelajar SMP terbesar di tanah air ini, Pradnyasiwi akhirnya memetik kemenangan 20-11.

Mental pemain Pradnyasiwi lebih siap. Mereka mendominasi kuarter pertama. Awalan cukup baik. Telat panas di awal, Al-Azhar mengejar begitu masuk kuarter kedua. Pradnyasiwi yang sudah panas lebih dulu, mengamankan skor di dua kuarter terakhir, Al-Azhar pun sulit mengejar.

“Seharusnya mereka bisa lebih maksimal. Tapi di tengah game, separo pemain cedera,” ujar Coach Pradnyasiwi Zulfi Kusuma.

Apapun hasilnya, fighting spirit anak asuhnya patut diapresiasi. Meski beberapa pemain inti cedera, pemain lainnya tetap berjuang hingga akhir. Cederanya beberapa pemain, Pradnyasiwi harus mengganti pola permainan di game selanjutnya agar tetap melaju hingga partai puncak.

“Kami yakin, siapapun lawannya. Biasanya kami main fast break, ya kami ganti polanya,” ujar Coach Zulfi.

Meski tersingkir, Coach Al-Azhar Ahmad Latif Noor mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Pengalaman pertama bermain dan mampu memberikan perlawanan sudah cukup baik. (dya/iwa/ong)