PEMBUKTIAN enam tim putra berlangsung kemarin. Pada game pertama, SMPN 1 Jogja (Satria Siaga) memberikan permainan terbaiknya. Meredam SMPN 15 Jogja (Molazt) 23-9.

Dengan materi pemain merata, Coach Satria Siaga Fredi banyak melakukan rotasi. Pola itu sebagai strategi agar anak-anak asuhnya bisa bermain sebagai teamwork.

“Tapi emosi anak-anak belum terkontrol, mereka kehilangan konsentrasi setelah half time,” ujar Fredi.
Meski menang, emosi dan mental anak asuhnya harus dibenahi. “Peluang tetap ada, itu yang harus anak-anak manfaatkan. Yang penting jangan emosional,” ujar Fredi.

Game selanjutnya, SMPN 6 Jogja (Zhedoz) tampil maksimal. Memetik kemenangan atas SMPN 2 Depok (Espero) 42-15.
Konsistensi pemain Zhedoz ditampilkan sejak awal. Defense dan rebound apik membuat pola serangan mereka terstruktur rapi. Mereka mengandalkan fast break dengan finishing dua poin akurat.

Berbekal materi pemain merata dengan skill individu mumpuni, Coach Zhedoz Egar Danurrian optimistis bisa membawa anak asuhnya ke Fantastic Four. Artinya, capaian lebih baik ketimbang tahun lalu.

Sebagai penutup, champion tahun lalu, SMP Pangudi Luhur (Espeelsa) masih menunjukkan kedigdayaannya. Permainan cepat dengan defense apik menekuk SMPN 1 Bantul (Heru Cakra) 29-16.

Coach Espeelsa Dwi Buntoro belum sepenuhnya puas. Sebab pola permainan anak asuhnya masih jauh dari strategi yang diterapkan. Tempo permainan terkadang membuat kontrol pemain hilang, peluang menciptakan poin masih banyak yang terbuang.

“Defense dan offense masih harus diperbaiki. Mereka belum nemu polanya. Makanya saya rolling terus,” ujar Buntoro. (dya/iwa/ong)