PURWOREJO – Puji Laksono, 70, warga Desa Giyombong, Kecamatan Bruno, Purworejo, nyaris menjadi korban tanah longsor yang meratakan rumahnya, Senin (16/10) pukul 23.15. Beruntung dia terhalang papan kayu yang tertahan tumpukan batu. Dia berada di balik papan bersama istrinya.

Puji yang mengalami kekurangan pendengaran tidak mengetahui ada kejadian tanah longsor yang meruntuhkan tebing di belakang rumahnya setinggi enam meter. Baru tersadar setelah dinding rumah menimpa batu bata di bagian depan.

Dia berhasil diselamatkan tetangga sebelah rumah setelah mendengar teriakannya. Untungnya lagi, tidak seluruh material tanah menutup papan karena ada sebagian membuat lubang yang membuatnya bisa keluar dari bawah papan.

“Pak Puji sudah berkurang pendengarannya, jadi tidak paham ada suara longsoran. Dia baru tersadar setelah tanah membuat rumahnya ambruk,” kata Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Sigit Ahmad Basuki yang melakukan assesment atau penilaian wilayah akibat bencana di Desa Giyombong, kemarin (17/10).

Keduanya langsung dievakuasi dan diselamatkan ke rumah Karimun, 40, sambil menunggu proses perbaikan rumah selanjutnya. “Keduanya malam itu juga langsung diamankan dan tinggal sementara di rumah tetangga sebelahnya, Pak Karimun,” tambah Sigit.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Boedi Hardjono mengatakan, sebenarnya curah hujan yang terjadi di sebagian besar wilayah Purworejo termasuk sedang. Hanya saja terjadinya dalam waktu yang cukup lama.

“Tidak saja Giyombong atau Pamrihan yang terjadi tanah longsor. Masih ada beberapa tempat lain yang mengalami kejadian serupa,” katanya.

Tercatat ada tiga kejadian lain di luar kedua wilayah itu yakni Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing; Desa Pelutan, Kecamatan Gebang; dan Desa Wanurojo, Kecamatan Kemiri. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun menyebabkan beberapa kerusakan.

“Tercatat ada satu infrastruktur rusak berat di Pamrihan, satu rumah rusak di Desa Pelutan dan satu rumah rusak berat dan ringan di Giyombong serta satu rumah terancam di Donorejo,” ujar Boedi.

Pihaknya telah melakukan assesment terhadap wilayah terdampak dan mengirimkan bantuan logistik yang diperlukan. Selain itu juga bergabung dengan masyarakat melakukan upaya pembersihan atau perbaikan rumah yang terdampak. (udi/laz/ong)