MUNGKID – STPP Magelang Jurluhnak bersama empat perguruan tinggi mitra bertanggung jawab melakukan kegiatan pengawalan/pendampingan untuk wilayah koordinasi 19 kabupaten di Jawa tengah dan satu kabupaten di Kalimantan Selatan. Terdapat berbagai macam komoditas yang masuk dalam anggaran APBN-P untuk melakukan pemerataan perbenihan secara masif, menuju Indonesia menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045. Ini kegiatan APBN-P Kementerian Pertanian tahun 2017.

Komoditas yang menjadi fokus dalam kegiatan APBN-P 2017 kali ini adalah hortikultura, perkebunan, tanaman pangan dan peternakan Siwab (Sapi Indukan Wajib Bunting). Sebanyak 19 kabupaten di Jawa tengah yang menjadi sasaran penerima manfaat APBN-P 2017 adalah Cilacap, Purbalingga, Pemalang, Batang, Jepara, Blora, Klaten, Rembang, Banjarnegara, Kabupaten Magelang, Purworejo dan Kabupaten Tanah Laut di Kalimantan Selatan.

STPP Magelang Jurluhnak pada kesempatan ini mengambil bidang peternakan dengan menerjunkan 78 mahasiswa tingkat III ke Kalimantan Selatan sebagai dukungan penuh dalam kegiatan Siwab. STPP Magelang mendapatkan tanggung jawab terhadap pemuda tani lima kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Batang, Kabupaten Jepara, dan Blora.

Dalam perjalanannya, STPP Magelang ketambahan satu kabupaten sebagai wilayah koordinasi. Di Cilacap STPP Magelang menerjunkan 47 pemuda tani dari sekitar wilayah koordinasi tersebut. Kegiatan APBNP tahun 2017 ini berlangsung selama 2 bulan, 1 Oktober-30 November 2017.

Selama di lapangan, para mahasiswa dan pemuda tani terjun langsung bermitra dengan penyuluh, tenaga teknis dan kelompok tani di masing-masing kecamatan tempat penerima manfaat di tiap kabupaten.

Pendampingan dilaksanakan mulai persiapan, tahapan pengolahan tanah, pemilihan varietas, penanaman benih/bibit dan pemeliharaan tanaman, seta panen dan pasca panen, dan untuk peternakan dengan Program Sinkronisasi Akseptor Inseminator Buatan (IB).

Untuk memajukan pertanian, mahasiswa STPP Magelang diterjunkan di Kabupaten Tanah Laut. Mereka terbagi menjadi 15 kelompok yang diterjunkan di enam kecamatan. Masing-masing kelompok terdiri lima sampai enam orang yang ditempatkan di masing-masing lingkungan sekitar kelompok tani di desa. Di sana para mahasiswa kelompok VII turut bergabung dalam kegiatan rutin dokter hewan dan para petugas teknis kesehatan hewan Kecamatan Takisung. (*/ady/laz/ong)