JOGJA- Beredarnya berita di salah satu media online yang mengatakan bahwa UIN Sunan Kalijaga melarang pemakaian cadar bagi para mahasiswanya langsung dibantah wakil rektor III UIN Sunan Kalijaga, Waryono Abdul Ghofur. Dan sangat menyayangkan beredarnya berita hoax yang bersifat sangat provokatif tersebut.

Waryono Abdul Ghofur mengatakan dengan tegas bahwa dirinya melarang penggunaan cadar di lingkuangan kampus guna mereduksi kebiasaan mengkafirkan yang disebabkan oleh perbedaan budaya.

Ditegaskan oleh Waryono, bahwa dirinya tak pernah mengatakan demikian dalam dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme di kampus UIN Sunan Kalijaga.

Ia mengatakan bahwa akan lebih baik kalau kita menjalankan Islam yang Wasatiyah ,dalam arti Islam yang tak condong ke ekstrim kiri dan juga kanan lantaran kita hidup di negara Indonesia yang terbuka dan juga memiliki kebudayaan sendiri.

” Islam Indonesia dalam kontek makro,Islam Wasatiya, Islam yang tidak ekstrim kanan ekstrim kiri karena berpakaian seperti ini juga sudah wajar.” jelas Waryono.

Sejauh UIN Sunan Kalijaga telah memiliki buku tata tertib cara berpakaian bagi para mahasiswanya.Dalam buku tersebut ,tak disebutkan pula pelarangan pemakaian cadar bagi mahasiswa putri selama berada di lingkungan kampus .
Ia menambahkan bahwa sebenarnya tak bermasalah dengan kultur berpakain mahasiswi di UIN Sunan Kalijaga yang terpenting baginya adalah seluruh mahasiswinya berpakaian sopan dan menutup aurat.(sky/ong)