PT PAS Siap Bersihkan Tumpukan Koral

BANTUL – Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) akhirnya merespons kegelisahan warga Poncosari, Srandakan. Kemarin (19/10) BBWSO meninjau lokasi penumpukan material koral di tengah Sungai Progo yang merupakan sisa aktivitas penambangan PT Pasir Alam Sejahtera (PAS).

“Tadi BBWSO sudah ke sini. Melakukan sidak (inspeksi mendadak),” jelas Carik Desa Poncosari Muhammad Cholil.
Ada beberapa PPNS (penyidik pegawai negeri sipil) BBWSO yang meninjau sekitar lokasi penumpukan material koral. Di sini, Cholil bersama dua warga ikut mendampingi.

Dengan sidak ini, Cholil merasa sedikit lega. Sebab, keluhan warga yang pernah berulang kali disampaikan akhirnya menuai respons. Kendati begitu, Cholil tetap merasa ada yang kurang. Belum ada keputusan apapun terkait tindakan pascasidak ini. Apakah BBWSO bakal menegur PT PAS atau membiarkannya. “Mereka pamit. Katanya, ingin bertemu dengan PT PAS,” ucapnya.

Kepala BBWSO Tri Bayu Aji membenarkan bahwa beberapa PPNS kemarin meninjau lokasi. Itu sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat terhadap penumpukan material koral oleh PT PAS. “Saya minta turun ke lapangan karena itu menyalahi aturan,” katanya.

Letak pelanggarannya, Tri menguraikan, PT PAS hanya mengambil pasir sungai. Sementara material koral yang semula tercampur dengan pasir dibiarkan begitu saja. Tanpa perhitungan teknis, penumpukan ini bisa memicu air sungai berbelok membuat aliran baru. Bahkan, kondisi ini juga dapat menyebabkan ambrolnya tebing di pinggir sungai.

“Sehingga semuanya harus dibersihkan dari sungai,” tegasnya. Dari laporan yang diterimanya, PT PAS kemarin bersedia membersihkannya.

Terkait pola komunikasi BBWSO dan PT PAS, Tri berdalih hanya sebatas administratif. Tak ada komunikasi di luar prosedur pengajuan rekomendasi. BBWSO hanya mengeluarkan rekomendasi bila calon lokasi penambangan yang diajukan memang dianggap memenuhi persyaratan.

Terpisah, Direktur Utama PT PAS Rofiandi mengaku sudah menyiapkan sejumlah tenaga untuk membersihkan tumpukan koral. “Hari ini (kemarin) sudah mulai dibersihkan,” ucapnya singkat.

Pada bagian lain, Sekretaris Kelompok Penambang Progo Yunianto melihat nyaris seluruh penambang besar di Sungai Progo menumpuk material koral di tengah sungai. Itu dilakukan untuk mempermudah proses pengerukan pasir. Dengan adanya tumpukan ini praktis aliran air bakal bergeser dari lokasi penambangan. “Mereka tidak mau keluar biaya banyak untuk rekayasa aliran air,” tudingnya.

Bukan hanya itu, tumpukan koral ini juga berfungsi sebagai jalur truk. Agar armada truk mudah keluar-masuk mengangkut pasir dari tengah sungai. (zam/ila/ong)