Antisipasi Gejolak Harga Cabai melalui Kelompok PKK

MUNGKID – Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Jurusan Penyuluhan Peternakan (Jurluhnak) Magelang kembali memberikan bantuan bibit tanaman cabai bagi masyarakat kemarin (18/10). Tujuannya, memenuhi kebutuhan sayuran, khususnya bumbu dapur berasa pedas itu. Dengan begitu, ketersediaan cabai untuk kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi secara berkelanjutan.

Tak kurang dua ribu bibit tanaman cabai dibagikan untuk 12 kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kabupaten Magelang dan sekitarnya. Penyerahan bibit cabai kali ini sebagai tindak lanjut program serupa sebanyak lima ribu tanaman. Ketika itu tanaman cabai diserahkan secara simbolis kepada Ketua PKK Kabupaten Magelang Tanti Zaenal Arifin.

Distribusi tanaman cabai menyasar anggota PKK Kabupaten Magelang sebagai tindak lanjut program pemerintah pusat.
Kali ini pembagian bibit tanaman cabai diserahkan kepada 12 perwakilan PKK se-Kabupaten Magelang di aula kampus setempat, Jalan Magelang-Kopeng, KM 7 Magelang, Jawa Tengah.

Adapun ke-12 PKK ini adalah PKK Kebumen II, PKK Desa Bakalan, PKK Desa Donorejo, Bank Sampah, PKK Perum Lembah Hijau, PKK Perum Depkes, MI Muhammadiyah Blondo, PKK Perum Cempaka, Bank Sampah Soroyudan, PKK Karanglo, KWT Dusun Gono, dan BPP Ngablak.

Wakil Ketua II SPPP Magelang drh Yudiani Rina Kusuma MP mengatakan, program bantuan bibit cabai merupakan gerakan nasional di bawah Kementerian pertanian.

“Bantuan ini merupakan upaya STPP Magelang untuk andil dalam program pengembangan komoditas strategis Kementerian Pertanian,” ujarnya usai menyerahkan bantuan bibit cabai secara simbolis.

Kegiatan penyerahan cabai dimotori Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (UPPM). Bantuan tersebut diharapkan mampu mengantisipasi melonjaknya harga cabai. Melalui sistem distribusi tanaman cabai siap produksi. “Jadi saat harga (cabai, Red) melonjak, masyarakat tidak perlu membeli cabai karena sudah punya tanaman sendiri,” tutur pejabat kelahiran Jogjakarta, 22 Agustus 1962, itu.

Lebih lanjut Rina menjelaskan, program penanaman cabai masyarakat tak semata-mata untuk kepentingan pribadi. Tapi lebih sebagai sumbangsih PKK untuk lingkungan masing-masing dalam upaya memenuhi kebutuhan cabai.

Rina yang juga dosen mata kuliah Gizi dan Ketahanan Pangan itu menambahkan, tahun ini Kementerian Pertanian melalui STPP Magelang menyerahkan total 55 ribu bibit cabai secara bertahap. Selain dibagikan kepada masyarakat, bantuan bibit cabai diserahkan ke mitra binaan STPP Magelang di wilayah Kabupaten Temanggung dan Wonosobo di Jawa Tengah. Serta Sleman, DIJ. Selain PKK, bantuan cabai diserahkan melalui Iwapi, KPPI, darma wanita, dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Sampai saat ini STPP Magelang sudah menggelontor tak kurang 10 ribu bibit tanaman cabai kepada masyarakat. (ady/yog/ong)