JOGJA— Wakil Ketua DPRD DIJ Noor Hartanto mengaku prihatin atas kosongnya lima jabatan pimpinan tinggi pratama DIJ (setingkat eselon II, Red) yang tidak kunjung diisi.

Melihat kondisi tersebut, Inung, sapaan akrabnya, menilai pemprov telah membuang waktu bagi kader muda untuk menunjukkan eksistensi dan kemampuan mereka menduduki kursi jabatan tinggi. Apalagi lima pos jabatan tersebut telah ditinggalkan pejabat masing-masing sejak sembilan bulan lalu. Namun, pemprov tak segera melakukan seleksi terbuka untuk mengisi lowongan tersebut. “Buktinya jabatan-jabatan yang kosong dirangkap pejabat lain,”ujarnya kemarin (23/10).

Adapun kelima pos lowongan kosong itu antara lain, kepala dinas perhubungan, inspektur inspektorat daerah, kepala dinas pekerjaan umum perumahan dan energi sumber daya mineral, sekretaris DPRD, serta assekprov perekonomian dan pembangunan.

Inung mendesak pemprov tak menunda-nunda pengisian jabatan tersebut demi terciptanya roda pemerintahan yang baik. Dia khawatir kondisi itu justru akan berdampak kendornya semangat ASN muda untuk meniti karir lebih tinggi. Menurutnya, kaderisasi bukan berarti menunggu sosok yang diinginkan memenuhi persyaratan. Tapi memberi ruang seluruh ASN agar bersaing secara sehat untuk meraih prestasi. Dengan begitu mereka akan berusaha memenuhi persyaratan pengisian pos jabatan yang diperlukan.

“DIJ seharusnya bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengisian jabatan tinggi pratama tanpa unsur kepentingan politik. Karena gubernur dan Wagub DIJ ditentukan lewat penetapan. Beda dengan daerah lain yang memakai sistem pilkada,” papar politikus PAN itu.

Di sisi lain, Inung menilai rencana mutasi jabatan pada lusa (26/10) belum mampu menyelesaikan masalah tersebut. Sebab, lima jabatan itu tetap saja dibiarkan kosong. Padahal, kata Inung, sapaan akrabnya, Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) menuntut pengisian jabatan pegawai serba cepat. Karena model yang dipakai menggunakan seleksi terbuka, meskipun hal tersebut membutuhkan waktu dan tahapan.

Sementara itu, Sekprov DIJ Gatot Saptadi enggan menyebutkan siapa saja yang bakal dilantik atau digeser untuk menduduki jabatan baru pada lusa. “Polanya mengisi kekosongan dulu. Geser-geser saja,”katanya.(dya/yog/ong)