MAGELANG – Setelah sekitar tiga bulan mengalami kekosongan, jabatan ketua DPRD Kota Magelang akhirnya terisi. Budi Prayitno yang sebelumnya menjabat ketua Komisi C, resmi menggantikan Endi Darmawan yang meninggal dunia Juli lalu.
Pelantikan kader PDI Perjuangan itu sebagai ketua DPRD Kota Magelang berlangsung kemarin (23/10). Hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, jajaran OPD, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Magelang.

Tugas berat langsung dihadapi Budi usai dilantik. Pekerjaan-pekerjaan itu di antaranya tentang APBD Perubahan dan pengesahan APBD 2018 yang dijadwalkan akan dilakukan bulan depan. Akibat kekosongan jabatan ketua inilah yang menyebabkan terjadi keterlambatan dan kurang maksimal pembahasannya.”Kami targetkan sisa waktu satu setengah bulan akan fokus pembahasannya,”tegasnya.

Sebagai wujud komitmen itu, Budi akan meletakkan sejumlah jabatan di DPRD Kota Magelang, yakni ketua Komisi C dan anggota Badan Kehormatan.

Ketua Komisi C akan digantikan kader PDI Perjuangan lainnya, yakni Evin Septian Kamil. Evin sebelumnya menjabat ketua Badan Pembuat Peraturan Daerah. Jabatan yang ditinggalkan Evin digantikan Stin Sayuti.
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito berharap dengan pergantian ini, kerja sama dan kemitraan yang sudah terjalin bisa terjaga dan semakin baik dari sebelumnya.

Ia mengingatkan, pekerjaan rumah (PR) dari Pemkot Magelang masih banyak. Apalagi menjelang tahun politik 2018 mendatang. “Banyak PR yang masih harus dikerjakan,” kata dia.

Pekerjaan rumah yang dumaksud terutama menyangkut kesejahteraan masyarakat, dan mendukung visi misi Kota Magelang sebagai kota yang modern, cerdas, dan religius. Menurut dia, kerjasama antara lesgilatif dan eksekutif selama ini sudah terjalin dengan baik.

Sigit juga mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kota Magelang yang menyetujui anggaran untuk penanaman bunga tabebuya dalam rangka mendukung branding Kota Sejuta Bunga. Pemkot Magelang dan DPRD samakan persepsi untuk majukan kota ini. Seluruh masyarakat diajak untuk turut berpartisipasi aktif. “Jangan sampai hanya mengagumi keindahan bunga tabebuya saja tanpa berbuat apa-apa. Minimal tanam di lingkungan masing-masing,” katanya. (ady/din/ong)