RADARJOGJA.CO.ID – PT Bank Central Asia Tbk (BCA berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi pengurus desa wisata yang jadi binaan BCA. Usai melakukan pelatihan Brand and Marketing Online pada 2016, kembali BCA menggelar pelatihan dengan tema yang sama, tahun ini. Pelatihan ini termasuk kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Bakti BCA pilar Solusi Bisnis Unggul BCA.

Pelatihan digelar 25-26 Oktober 2017. Hadir membuka pelatihan Kepala KCU BCA Jogjakarta Saswito Tjoe dan Vice President CSR BCA Ira Bachtar, disaksikan para trainer dan peserta pelatihan.

“Pada dasarnya, pengurus desa wisata di DIJ merupakan masyarakat yang kreatif. Mereka memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan potensi desa guna mencapai kemajuan secara mandiri. Sebagai bentuk komitmen BCA mengembangkan pariwisata daerah, kami mendukung upaya pengembangan pengurus desa dengan mengajak mereka ikut berbagai pelatihan. Termasuk pelatihan Brand and Marketing Online. Kali ini, para pengurus mendapatkan pelatihan tingkat lanjut dari yang telah ikuti sebelumnya pada 2016,” kata Saswito, Rabu(25/10).

Saswito meneruskan, saatnya desa wisata memanfaatkan e-commerce untuk memulai dan memperluas sukses via bisnis online. Digital marketing merupakan strategi pemasaran yang lebih prospektif. Karena bisa diakses melalui internet, sehingga bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Mereka para pengurus desa wisata bisa mempublikasikan kegiatan mereka melalui sosial media (sosmed) yang secara biaya lebih rendah.

“Para pengurus desa wisata diharapkan memanfaatkan era e-commerce sebagai lahan memperkenalkan desa mereka masing-masing dan berinteraksi dengan calon pengunjung. Dengan kemampuan yang baik di bidang brand and marketing online, diharapkan desa wisata binaan BCA semakin maju dan sejahtera,” harap Saswito.

Adapun pengurus desa wisata yang mengikuti pelatihan berjumlah 24 orang. Mereka berasal dari Kampung Batik Gemah Sumilir, Pekalongan, Wirawisata Goa Pindul Gunungkidul, Desa Wukirsari, Bantul, Desa Pentingsari, Sleman, Desa Tamansari, Banyuwangi, dan Desa Tinggan, Badung, Bali.

“Materi yang diberikan meliputi pengaturan setting dan kustomisasi fitur dasar dan tingkat lanjut, basic landing page, membuat landing page dengan page builder, membuat landing page tahap Lanjut, serta tips dan trik membangun email marketing,” katanya.

Melalui pembinaan ini, diharapkan kehadiran BCA tidak saja dirasakan melalui pelayanan transaksi perbankan sesuai kebutuhan nasabah, namun juga hadir membangun negeri. Termasuk di sektor pariwisata. Pembinaan desa wisata merupakan wujud perpanjangan tangan dari nasabah BCA yang mempercayakan BCA sebagai bank pemberi pelayanan perbankan dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan perbankan.

Seperti diketahui, BCA merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia yang fokus pada bisnis perbankan transaksi serta menyediakan fasilitas kredit dan solusi keuangan bagi segmen korporasi, komersial dan UKM, serta konsumer. Akhir Juni 2017, BCA melayani 16 juta rekening nasabah dan memproses jutaan transaksi setiap harinya. Dalam melayani naabah, BCA didukung 1.222 kantor cabang, 17.193 ATM dan lebih dari 440 ribu mesin EDC, serta transaksi melalui layanan internet banking.(hes)