SLEMAN – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Kali ini menimpa FR, warga Sleman. Bocah lima tahun itu menjadi korban amuk orang terdekatnya. Korban saat ini dirawat intensif di salah satu rumah sakit di Sleman. Dia mengalami luka lebam di bagian wajah, kepala, dan badan.”Dari keterangan dokter korban mengalami gegar otak ringan dan harus di opname,” jelas Pjs Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda DIJ AKBP Hari Triyana kemarin (25/10).

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Hari, korban selama di Jogja tinggal bersama orang tua angkat. Laporan yang dia terima, korban diduga mengalami KDRT selama tiga tahun terakhir. Korban kerap dipukuli tanpa mengetahui kesalahannya. “Kasus ini kini masuk tahap penyelidikan,” ucapnya.

Kasus KDRT yang dialami FR menarik perhatian GKR Hemas. Anggota DPD RI asal DIJ yang juga istri Gubernur DIJ Hamengku Buwono X itu pun menyempatkan diri menyambangi FR di rumah sakit tempat dia dirawat.

GKR Hemas mendesak parat kepolisian mengusut kasus yang menimpa FR sampai tuntas dan segera menangkap pelakunya.

“Korban saya lihat mengalami trauma. Ini harus menjadi perhatian serius bersama,” katanya.

Dari penelusuran Radar Jogja, KDRT yang dialami FR terungkap berkat informasi komite sekolah di mana korban menimba ilmu. Hal itu berawal kecurigaan orang tua teman-teman korban yang melihat adanya luka memar di wajah FR.

Saat ditanya, korban yang dikenal sebagai anak cerdas tersebut mengaku menderita luka akibat digigit serangga. Namun, pihak komite sekolah tak percaya begitu saja. Untuk membuktikan kecurigaan mereka, komite sekolah lantas melaporkan hal tersebut ke polisi.

Kuasa hukum komite sekolah korban Widi Arie Sulistyo menjelaskan, setelah membuat laporan polisi, pihak sekolah membawa korban ke rumah sakit.

“Korban memang mengalami trauma. Dia bahkan tak ingin lagi kembali ke rumahnya,” ujar Widi. (bhn/yog/ong)