Bandar Narkoba Terbesar di DIJ Tewas Ditembak

JOGJA – Peluru yang dilepaskan anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIJ menembus punggung Bob,44, di Jalan Wates, Balecatur, Gamping, Sleman menjelang Subuh kemarin (25/10). Timah panas aparat menewaskan bandar narkoba pemasok sabu terbesar di wilayah DIJ dan Jawa Tengah itu.

Kepala BNNP DIJ Brigjen Pol Tri Warno Atmojo menyebut, tersangka beroperasi melalui agennya yang berdomisili di Magelang, Jawa Tengah. Setiap bulan Bob mendistribusikan tak kurang 3 kilogram sabu ke wilayah sasaran. Selain Jogjakarta dan DIJ, dia juga memasok barang haram itu ke Kalimantan.

“Omset perbulannya mencapai Rp 4,5 miliar,” kata Tri di Kantor BNNP DIJ kemarin.

Dijelaskan, sabu tersebut diambil dari wilayah Bireun, Aceh. Kemudian dibawa ke Jakarta dengan transportasi barat. Sebagian juga dipasarkan di Jakarta dan sekitarnya. Bahkan, para agen yang ada di Magelang terkadang mengambil barang tersebut di Jakarta.

Kabid Berantas BNNP DIJ AKBP Mujiyana menambahkan, penangkapan Bob bermula terbongkarnya sindikat pengedar narkotika di wilayah Magelang dan DIJ belum lama ini. Mereka yang telah ditangkap As dan S, warga Subang yang berdomisili di Wonosari, Gunungkidul. Kemudian IS, (Jogja) serta R,MR, dan FT (Magelang).

“Informasi dari tiga jaringan itu, mereka mengaku mendapat pasokan barang dari seseorang yang dipanggil Jenderal,” ungkapnya.

Petugas BNNP pun segera melacak keberadaan sang Jenderal yang sering berpindah-pindah tempat persembunyian. Jenderal yang belakangan diketahui adalah Bob tercatat sebagai warga Cilacap, Jawa Tengah.

Untuk mengejar tersangka, BNNP DIJ serta Direktorat Penindakan dan Pengejaran BNN membagi dua tim penyelidik ke dua wilayah, yakni Bandung dan Jakarta. Mujiyana sendiri turut terlibat dalam pengejaran tersangka.
Tim kemudian mengendus sang bandar berada di wilayah Jakarta. “Dia (tersangka, Red) kami tangkap di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (24/10), pukul 17.00,” jelas perwira Polri dengan dua melati di pundak.

Bob sempat diperiksa di Jakarta sebelum digelandang ke Jogjakarta lewat jalur darat untuk penyidikan lebih lanjut. Delapan aparat BNNP DIJ mengawal bandar narkoba kawakan itu. Sesampainya di Jalan Wates, tepatnya di sebelah timur SPBU Balecatur, Gamping, tersangka meminta berhenti untuk buang air kecil sekitar pukul 04.10.

Dua petugas lantas mengawal tersangka untuk buang air kecil. Namun setelah itu tersangka berusaha kabur dengan lari ke arah semak belukar di area persawahan. “Petugas sudah memberikan tembakan peringatan tiga kali tapi tidak digubris. Karena itu kami lumpuhkan tersangka,” jelas Mujiyana.

Peluru dari pistol petugas tepat mengenai punggung yang menembus dada tersangka. Melihat Bob tak berdaya, petugas BNNP DIJ dibantu anggota Polsek Gamping lantas membawa tersangka ke RSUP Dr Sardjito. Sesampainya di rumah sakit pemerintah itu tim medis menyatakan sang Jenderal telah mengembuskan napas terakhir akibat luka tembak yang dialaminya.

Menurut Mujiyana, Bob adalah residivis lama kasus serupa. “Pada 2000 Bob pernah ditangkap petugas Polda DIJ atas kepemilikan ganja seberat 10 kilogram, 100 gram sabu, puluhan gram putaw, dan ratusan pil ekstasi,” jelasnya.

Ketika itu Bob dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Tinggi Jogja. Dia ditahan di Lapas Wirogunan sebelum dipindah ke Lapas Nusa Kambangan, Jawa Tengah pada 2003. Namun, pada 2009 Bob mengajukan grasi ke Presidan dan bebas empat tahun kemudian.

“Selama 4 tahun ini tersangka semakin menjadi-jadi karena mengendalikan peredaran sabu di sejumlah wilayah. Bahkan termasuk di Nusa Kambangan,” ungkap Mujiyana.

Sementara itu, dari tangan para agennya yang ada di Jawa Tengah, aparat BNNP DIJ mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, sabu seberat 100 gram dari tangan AS dan S yang diringkus di wilayah Giwangan, Kota Jogja pada Juli lalu. Sedangkan IS ditangkap dua bulan lalu di kawasan Pujokusuman, Kota Jogja dengan barang bukti sabu 17 gram. Bulan ini petugas berhasil membekuk jaringan Magelang dengan barang bukti sabu 200 gram.

Para tersangka yang berperan sebagai agen sabu dijerat pasal 132 ayat (1) junto pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Para tersangka diancam hukuman mati.(bhn/yog/ong)