RADARJOGJA.CO.ID – Imbauan Presiden RI Joko Widodo agar seluruh instansi pemerintah memberikan pelayanan yang terbaik dan cepat kepada masyarakat mendapat respon serius dari jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Pada 18 April lalu, Direktorat Lalu Lintas Polda DIJ bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ dan PT Jasa Raharja mendirikan kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Desa.

Kantor layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor tersebut didirikan di lima kabupaten/kota di Jogjakarta. Yakni, Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul.

“Tujuan pendirikan Samsat Desa agar masyarakat lebih mudah dalam membayar pajak kendaraan bermotor, tidak perlu datang jauh-jauh dan antre,” Direktur Lalu Lintas Polda DIJ, Kombes Pol Latief Usman kepada Radar Jogja Online.

Petugas Samsat Pakembinangun, Pakem, Sleman saat melayani warga. (Foto: Ahmad Riyadi/Radar Jogja Online)

Ke-5 Samsat Desa tersebut adalah, Sleman; Desa/Kelurahan Wirogunan, Kota Jogja, Desa Bambanglipuro, Sleman; Desa Desa Pakembinangun, Pakem Palihan, Kulonprogo; Desa Rongkop, Gunungkidul. Sama seperti Samsat Induk dan Samsat lainnya, Samsat Desa dijaga oleh empat orang petugas/pegawai dari instansi terkait yaitu kepolisian, DPPKA Pemkab setempat (Sleman, Jogja, Kulonprogo, Bantul, Gunungkdul), PT Jasa Raharja, dan pegawai Bank BPD DIJ.

“Samsat Desa hanya melayani pembayaran pajak tahunan. Sedangkan pergantian STNK ya tetap dilakukan di Samsat Induk dan Samsat Pembantu,” terang Latief.

Apakah ada perbedaan nilai pajak yang dibayarkan wajib pajak? Latief menerangkan, biaya pembayaran pajak kendaraan di Samsat Desa tidak ada perbedaan dengan Samsat Induk dan Pembantu. Sebab, sistem pembayaran pajak menggunakan teknologi terintegrasi. “Tidak ada perbedaan, nilai pajaknya sama,” terang Latief.

Samsat Desa tersebut merupakan proyek rintisan. Maksudnya, Samsat Desa ini hanya ada di Provinsi DIJ, di provinsi lain belum ada. Samsat Desa diresmikan langsung oleh Kepala Korlantas Polri, Irjen (Pol) Royke Lumowa bersama Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 18 April 2017.

Kepala PT Jasa Raharja DIJ, Wahyu Widodo SH MH menerangkan, pendirian Samsat Desa merupakan salah satu inovasi layanan yang sesuai harapan pemerintahan Presiden RI Joko Widodo. Dengan Samsat Desa tersebut masyarakat semakin terbantu. Masyarakat yang bekerja sebagai buruh harian tidak perlu libur dan antre berjam-jam di Samsat Induk dan Pembantu. “Antreannya di Samsat Desa juga tidak sebanyak di Samsat Induk. Masyarakat lebih mudah dan efisien waktu,” kata Wahyu.

Kehadiran PT Jasa Raharja ikut dalam Samsat Desa karena Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dibayarkan pemilik kendaraan bermotor bersamaan dengan pajak tahunan. Sehingga, dengan adanya Samsat Desa PT Jasa Raharja semakin dekat dengan masyarakat. Keberadaan Samsat Desa juga akan dimanfaatkan untuk menyosialisasikan tugas pokok PT Jasa Raharja.

“Tugas PT Jasa Raharja adalah menghimpun dan mengelola serta membayar santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum,” terang Wahyu. (mar)

Lima Samsat Desa di Jogjakarta

  1. Samsat Desa Wirogunan, Jalan Tamansiswa Kota Jogja
  2. Samsat Desa Pakembinangun, Jalan Pakem, Sleman
  3. Samsat Desa Bambanglipuro, Jalan Samas, Bantul
  4. Samsat Desa Palihan, Jalan Wates-Purworejo, Kulonprogo
  5. Samsat Desa Rongkop, Jalan Rongkop, Gunungkidul