Sukseskan Swasembada Pangan, Menuju Indonesia Lumbung Padi Dunia

MUNGKID- Pembangunan pertanian Indonesia melaju pesat. Kementerian Pertanian menjadi motor penggerak pengembangan sumber daya petani dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan APBN-Perubahan (APBN-P) Kementan melakukan pendampingan pemuda tani di semua wilayah penerima manfaat APBN-P tersebut.
Dalam hal ini Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang Jurusan Penyuluhan Peternakan (Jurluhnak) sebagai kepanjangan tangan Kementan berusaha mendongkrak percepatan program kegiatan APBN-P dengan menggandeng empat perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah. Yakni Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Tidar (UNTID) Magelang, dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto.
Bersama keempat perguruan tinggi tersebut STPP Magelang Jurluhnak menggarap program di 19 kabupaten yang berada di dalam wilayah koordinasi STPP Magelang. Juga satu kabupaten di Kalimantan Selatan yang dikhususnya untuk program UPSUS SIWAB ( Sapi Indukan Wajib Bunting).
Sinergitas dengan keempat perguruan tinggi tersebut diwujudkan dalam memorandum of understanding (MoU) untuk kolaborasi penerjunan mahasiswa/alumni/pemuda tani di masing-masing lembaga ke daerah sasaran program. Dokumen MoU diteken perwakilan masing-masing lembaga pendidikan tersebut kemarin (25/10). Antara lain, Dekan Fakultas Pertanian UNSOED Dr Ir AnisurRosyad MS, Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP Prof Dr Ir Mukh Arifin MSc.
Selanjutnya Dekan Fakultas PertanianUNS Prof Dr Ir H.Bambang Pujiasmanto MS, dan Dekan Fakultas Pertanian UNTID Ir Gembong Haryono MP. Sedangkan pihak tuan rumah oleh Ketua STPP Magelang Ir Ali Rachman MSi. “Kerja sama ini tak sebatas untuk kegiatan APBN-P. Tapi juga pengembangan sumber daya manusia (SDM) STPP Magelang dalam pendidikan magister maupun doctoral,” ujar Ali.
Dikatakan, swasembada pangan sebagai target Kementan untuk mewujudkan Indonesia menjadi Lumbung pangan dunia pada 2045. Salah satunya melalui program UPSUS Pajale (padi, jagung, dan kedelai) yang telah mengantarkan sektor pertanian dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat secara luas dan merata. Juga mampu mendongkrak produksi ekspor bahan pangan hasil panen petani lokal. “Peranan institusi pendidikan Tinggi adalah sebagai pemenuhan SDM yang mampu mendorong pertanian untuk membangkitkan petani, sehingga regenerasi petani dapat terwujud. Farmer does exist,” ujarnya.
Lebih lanjut Ali mengingatkan, perguruan tinggi harus bisa menjadi motor dan berperan mendampingi untuk mengajak generasi muda untuk mencintai petani. Serta dalam pengembangan teknologi modern yang dapat digunakan membangkitkan citra petani di masyarakat.” Institusi pendidikan dapat mengambil peran untuk meregenerasi petani supaya lebih maju dan modern. Guna menyongsong Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045,” tegasnya.
Sementara itu, Mukh Arifin mengatakan, sejauh ini perguruan tinggi telah bergerak serta berkomitmen tinggi mendukung dan turut serta dalam program swasembada pangan. “Meski mengalami banyak kendala lapangan, hal itu tak menyurutkan mahasiswa/alumni/pemuda tani selalu berkoordinasi dengan pendamping untuk mengatasi hal tersebut,” katanya.
Dalam kesempatan itu Mukh Arifin mengapresiasi langkah STPP Magelang yang telah memberikan kepercayaan kepada empat perguruan tinggi untuk mengarahkan mahasiswa/alumni masing-masing dalam upaya membangun sektor pertanian. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi lahan bagi mahasiswa untuk mengenali permasalahan di lapangan. Sehingga dikemudian hari apat menjadi bekal ketika mereka terjun ke masyarakat.”Semoga kegiatan APBN-P ini dapat menaikkan efisiensi dengan teknologi yang dikembangkan agar memakmurkan petani,” harapnya.(*/yog)