Kirab Batik To the Moon di Malioboro

JOGJA – Indah, megah, dan memesona. Itu kesan pertama yang terlihat dari para peserta kirab Festival Jogja Kota Batik Dunia 2017 di kawasan Malioboro, kemarin (26/10). Sekitar 300 peserta kirab mengenakan batik adibusana, batik tradisi, hingga batik fantasi. Tak pelak, membuat warga yang melihat berdecak kagum.

Ya, suasana Malioboro kemarin memang berbeda. Selain kirab, beberapa orang terlihat membatik di kawasan pedestrian. Masyarakat pun memberikan apresiasi yang luar biasa.

“Parade ini rangkaian Jogja Kota Batik Dunia 2017 bertajuk Batik To the Moon. Digelar untuk memperkenalkan batik secara lebih masif pada dunia,” ujar Kepala Disperindag DIJ Budi Antono.

Dia mengungkapkan, lebih dari 26 perajin, desainer batik, dan komunitas di Jogjakarta ikut serta dalam kirab ini. Peserta berjalan dari Abu Bakar Ali hingga Titik Nol Kilometer. “Sedangkan display dilakukan di depan Kepatihan,” ujarnya.
Anton, sapaannya, menyebut, agenda ini dilaksanakan untuk mengapresiasi insan batik Jogjakarta. Mereka menunjukkan dedikasi yang baik dalam mengembangkan batik. Sekaligus ingin mengajak masyarakat tetap mencintai batik.

Wakil Gubernur DIJ KGPAA Paku Alam (PA) X mengatakan, kegiatan ini membawa efek positif karena dapat membantu mempromosikan batik secara lebih luas lagi. “Juga dapat meningkatkan potensi pariwisata DIJ,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan apresiasi kepada perajin batik DIJ yang terus mengembangkan produk batik, baik dengan motif tradisi dan konvensional.

“Jogja itu salah satu sentra batik di Indonesia. Menegaskan kembali Jogja sebagai Kota Batik Dunia. Semoga batik semakin dikenal luas,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam parade kemarin ada kejutannya. Model Olga Lydia turut memperagakan gaun batik. Dia juga menyerahkan bucket bunga ke PA X. Tak hanya itu, penampilan Jogja HipHop Foundation (JHF) juga semakin memeriahkan suasana. (aga/ila/ong)