JOGJA – Selama 14 hari pelaksanaan operasi Curanmor Progo 2017, Polda DIJ membekuk 36 tersangka dengan barang bukti 38 motor. Operasi yang dimulai sejak 10 Oktober lalu digelar di lima wilayah kabupaten/kota di DIJ.

Direskrimum Polda DIJ Kombes Pol Hadi Utomo menyatakan, operasi kali ini digelar untuk menekan tindak kejahatan pencurian sepeda motor di DIJ. Sampai Oktober ini, ada 99 kasus laporan pencurian sepeda motor. “Sebanyak 90 kasus kehilangan di tempat parkir,” jelas Hadi kepada wartawan di Mapolda DIJ, kemarin (27/10).

Dikatakan, terdapat laporan dari korban kehilangan motor di tempat parkir berpenjaga. Hal itu bisa terjadi akibat korban lengah meninggalkan kunci kontak di sepeda motor.

Meski kehilangan di tempat parkir berpenjaga, masih harus dilakukan penyelidikan mendalam keterlibatan penjaga parkir. Dia menduga ada indikasi keberadaan oknum parkir terlibat dalam aksi pencurian.

Selain kelalaian, mantan penyidik di Bareskrim Mabes Polri ini menjelaskan modus yang kerap digunakan yakni menggunakan kunci T. Dalam operasinya, para pencuri hanya membutuhkan waktu tak kurang satu menit untuk bisa menggondol kendaraan. Para pelaku kerap beroperasi di tempat-tempat parkir yang tidak memiliki penjaga dan pengawasan CCTV.
Kabid Humas AKBP Yulianto menerangkan, dalam operasi ini terungkap 32 kasus ranmor dari 13 target kasus yang harus diungkap.

Pengungkapan terbesar dilakukan oleh jajaran Polres Sleman dengan 12 kasus, diikuti Polres Bantul 9 kasus dan Polres Jogja 4 kasus. Sementara Direskrimum mengungkap 3 kasus serta Polres Kulonprogo dan Gunungkidul masing-masing 2 kasus. “Tersangka terbanyak ada di Polres Bantul dengan 12 tersangka,” paparnya. (bhn/laz/ong)