JOGJA – Sebanyak 213 wisudawan dan wisudawati Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) resmi meraih gelar sarjana, Sabtu (28/10). Prosesi wisuda dilaksanakan di Ballroom Ashwini Hotel Tara Jogjakarta.

Dalam wisuda kali ini 28 orang meraih predikat cumlaude, mereka terdiri dari tujuh mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI), delapan mahasiswa managemen, empat mahasiswa Ilmu Hukum dan Teknik Sipil, dan lima mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

Dari 28 mahasiswa tersebut, lima di antaranya meraih predikat terbaik. Adalah Defi Najaati Aisyah dari prodi PAI, Clara Larasati prodi Managemen, Siti Awalia prodi Akuntansi, Nurlan Widianto prodi Ilmu Hukum, Putut Kusnadi Prodi Teknik Sipil, dan Sariyanto prodi PKn dengan IPK 3,81.

“Saya persembahkan semua ini untuk bapak dan ibu,” ungkap Sariyanto yang memiliki IPK tertinggi ini.

Lelaki 29 tahun ini mengaku tidak menyangka bisa menempuh pendidikan kuliah hingga sarjana. Karena, merasa perjalanannya cukup rumit. Sariyanto menuturkan, pasca lulus SMA merantau ke Jogjakarta dan tinggal bersama ibu angkatnya. Dia memilih bekerja sebagai pelayan sebuah rumah makan di bilangan Janti, Sleman, Jogjakarta.

SIAP KERJA: Wisuda lulusan UCY di Ballroom Ashwini Hotel Tara Jogjakarta, Sabtu (28/10).(NANANG FEBRIYANTO/RADAR JOGJA)

Menurut Sariyanto, dia baru mendapat informasi pada 2013 dan langsung mendaftar di UCY. “Kerja sembari mencari perguruan tinggi yang punya biaya yang lumayan murah, agar bisa segera kuliah,” ujar lelaki asal Magelang ini.

UCY memang terus mengembangkan diri untuk menjadi lembaga pendidikan yang lebih baik. Hal utama yang menjadi fokus pengembangan adalah pengembangan kualitas pendidikan. Kualitas pembelajaran yang harus dilakukan yaitu pertama, memperbaiki kurikulum, dan silabus.

“Setiap tahun kamimelakukan perbaikan kurikulum dan silabus bagi para dosen agar mereka benar-benar meningkat kualitas dari waktu ke waktu,” ungkap Rektor UCY Ir H Mohammad Ismet MSc, PhD saat ditemui Radar Jogja setelah acara wisuda.

Menurut Mohammad Ismet, upaya yang dilakukan untuk mewujudkan hal ini salah satunya menyediakan text book terbaru. Tantangan utama yang dihadapi, katanya, adalah bagaimana UCY mampu bersaing dengan lembaga pendidikan yang lain agar bisa berkembang dengan cepat.

“Kuncinya adalah kualitas pendidikan yang terbaik yang bisa kami lakukan,” ungkap Ismet, sapaannya.

Kualitas pengembangan pendidikan yang dilakukan UCY adalah dengan mendapatkan akreditasi terbaik. UCY kini tengah berjuang memperoleh akreditasi universitas. Paling tidak bisa mencapai akreditasi B.

Dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sekarang ini, UCY tidak hanya berorientasi pada kualitas dalam negeri namun juga berorientasi pada kemajauan di luar negeri.

“Kami juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan di luar negeri supaya tidak ketinggalan dan tumbuh untuk lebih baik lagi,” katanya. Ismet berharap lulusan UCY mampu memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negera.

Dalam prosesi wisuda tersebut juga dihadiri oleh Dr Ir Bambang Supriyadi CES DEA Koordinator Kopertis Wilayah V Jogjakarta. Bambang memberi tiga pesan terhadap wisudawan UCY. Pertama, dalam mengimplementasikan ilmu harus berani menjunjung tinggi kebenaran dan berperilaku jujur. Kedua, dalam kehidupan berkarir, wisudawan perlu menambah life skill. “Terakhir, yang tidak kalah penting sekarang ini adalah memiliki global skill,” ungkapnya. (mg1/ila/ong)