SLEMAN – Festival Gerobak Sapi (FGS) selalu menjadi event istimewa bagi Gubenur DIJ Hamengku Buwono (HB) X. Setidaknya dalam tiga tahun penyelenggaran terakhir, orang nomor satu di Jogjakarta ini selalu hadir. Apresiasinya terlihat tinggi, terutama terhadap kreativitas pemilik gerobak dalam melestarikan gerobak sapi.

Begitu pula saat penyelenggaran Festival Gerobak Sapi 2017 kemarin (29/10). Bertempat di pelataran Candi Banyunibo, Prambanan, HB X hadir didampingi GKR Hemas. Turut terlihat pula Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri dan Bupati Sleman Sri Purnomo.

“Sesuai dengan yang diharapkan, kreativitas terus berkembang. Seperti kolaborasi dengan para seniman. Bisa menaikan image dan harga jual gerobak sapi tradisional. Harganya ora umum,” jelas HB X.

HB X berpesan warisan nenek moyang tersebut harus tetap dijaga. Hanya, proses pengembangan tidak hanya dalam wujud tradisional. Pertemuan dengan para seniman, menurutnya, merupakan ramuan yang pas.

Disamping itu, adanya FGS turut berdampak pada kesejahteraan peternak. Terbukti dari semua peserta, sapi-sapi yang ditampilkan memiliki kualitas layak. Terlebih peserta event ini datang dari berbagai daerah.

“Saya yakin pasti ada proses transaksi setelah ini. Entah itu gerobaknya atau sapinya, tentu ini menjadi nilai lebih dari sebuah penyelenggaraan,” ujarnya.

FGS 2017 hadir dengan warna berbeda. Penyelenggaraan kali ini tidak hanya terfokus pada karnaval gerobak sapi. Ada pula pameran gerobak sapi hias, balapan sapi, jemparingan hingga berkuda.

Ketua FGS 2017 Nuryanto menuturkan, kegiatan turut menampilkan potensi Bokoharjo, Prambanan. Pelataran Candi Banyunibo sendiri kerap digunakan untuk jemparingan dan berkuda. Inilah yang dikemas dalam satu agenda wisata FGS 2017.

“Ada ratusan bajingan (supir gerobak sapi) yang ikut dalam kegiatan ini. Tidak hanya dari Jogjakarta, ada pula dari Klaten dan wilayah sekitarnya,” jelasnya.

Bupati Sleman Sri Purnomo terlihat menikmati kegiatan FGS. Bahkan sebelumnya, dia juga sempat naik gerobak sapi. Petinggi Kabupaten Sleman ini terlihat ngobrol santai bersama HB X, Sekda DIJ Gatot Saptadi, dan Kapolda Ahmad Dofiri.

“Adanya FGS 2017 yang bertempat di Banyunibo turut membantu promosi wisata lokasi ini. Sebelumnya sudah ada paket wisata Breksi yang menghubungkan antarcandi di kawasan Prambanan. Di kawasan Prambanan sendiri ada 31 potensi wisata yang masih terus berkembang,” ujarnya. (dwi/ila/ong)