PURWOREJO – Delapan puluh dua desa di 15 kecamatan di Kabupaten Purworejo berhasil melaksanakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak Senin (30/10). Kegiatan berlangsung lancar tanpa ada kendala berarti.

Pantauan Radar Jogja, seluruh desa melaksanakan pilkades sesuai jadwal, dimulai pukul 08.00 dan selesai pencoblosan pukul 14.00. “Di Desa Jetis ini ada empat calon yang maju dalam pilkades. Satu orang adalah pejabat kepala desa lama, dua kepala dusun dan satu orang warga biasa,” kata Ketua Panitia Pilkades Desa Jetis, Kecamatan Loano, Moch Chalimi.

Ada sedikit keunikan pelaksanaan pilkades di desa itu, di mana bilik coblosan bagi warga dibedakan sesuai jenis kelamin. Kaum perempuan ditempatkan di sebelah kanan ruangan, sementara kaum lelaki ada di sisi kiri. “Tradisi ini sudah kami lakukan sejak lama. Sekaligus dimaksudkan untuk mempercepat proses pencoblosan,” tambah Chalimi.

Meski ada perbedaan bilik coblosan, kotak suara hanya disediakan satu tempat dan berada di tengah ruangan atau tepat di depan tempat duduk keempat calon yang berlaga.

Sementara pilkades di Desa Banyuasin Separe, Kecamatan Loano, yang diikuti dua calon berlangsung aman. Warga mendapat pelayanan berupa penjemputan dari rumah hingga tempat pencoblosan di balai desa. “Memang kami memberikan fasilitas penjemputan bagi warga untuk memberikan hak suaranya,” ujar Pj Kades Banyuasin Separe Amat Tahrir.

Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Luhur Pambudi Mulyono meminta yang tidak terpilih sebagai kades tetap bisa legowo. Mereka yang terpilih harus bisa merangkul seluruh elemen masyarakat agar tidak ada perpecahan di tengah masyarakat.

“Semua harus tetap memberikan kontribusi untuk membangun desa. Yang terpilih juga harus segera merangkul dan harus bisa memberikan ruang bagi seluruh warga yang ingin berkontribusi. Dan yang penting, caranya harus adem dan kondusif,” tandas Luhur. (udi/laz/ong)