Dalam Asia Pasific Choir Games di Colombo

PADUAN Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Atma Jaya Jogjakarta (UAJY) meraih prestasi internasional. Belum lama ini mereka menjadi juara paduan suara tingkat dunia di Colombo, Sri Lanka.

Mereka mengikuti gelaran keempat Asia Pasific Choir Games (APCG). Tahun lalu, mereka meraih juara pada World Choir Games 2016 di Sochi, Rusia. Tahun ini, mereka meraih tiga medali emas untuk kategori folklore, folklore dalam Grand Prix of Nations, dan Mixed Youth dalam Grand Prix of Nations.

Tim PSM UAJY berjumlah 32 orang, tampil pada Senin-Rabu (23-25/10). Menampilkan paduan suara epic dengan koreo dan kostum menarik, dan juara.

“Senang dengan pecapaian ini. Berkat doa semua pihak kami bisa keluar sebagai juara,” ujar pelatih PSM UAJY Yason Christy Pranowo kemarin.

Yason mengatakan PSM UAJY menampilkan sesuatu yang baru. Mengangkat kebudayaan Indonesia yang beragam.
“Pada kategori Youth Grand Prix kami menampilkan keberagaman lagu. Tak hanya klasik, tapi juga populer secara etnik dan gospel,” ujar Yason. Untuk kategori folklore, mereka menampilkan lagu-lagu Suku Dayak Kalimantan.

Yason sudah lima tahun membina PSM UAJY. Pada event ini, kata Yaso,n banyak anggota yang baru kali pertama ikut lomba.

“Event ini bukan agenda tahunan. Kami jadikan ajang uji coba bagi mereka yang kebanyakan dari angkatan 2015,” kata Yason.

PSM UAJY sejak Januari 2017 menyiapkan kompetisi ini. Tidak hanya berjuang soal suara dan koreografi, juga saling memback-up untuk pencarian dana.

“Selain dari kampus, dana kami dapatkan dari pribadi dan ada yang mencari sendiri. Misalnya mencari sponsor. Ada juga dana dari alumni, ngamen di wedding, acara-acara gereja dan sumber dana lain,” kata Yason.

Salah seorang anggota PSM UAJY Leonardus Yason Zelena Arga senang bisa meraih tiga medali emas di Sri Lanka. “Sudah menjadi impianku bisa berprestasi di kancah internasional,” kata Leon, sapaannya.

Dikatakan, prestasi ini menjadi sesuatu yang tidak ditargetkan pada awalnya. “Waktu itu kami cuma menargetkan bawa pulang gold medal. Masalah peringkat tidak pernah ada target,” kata Leon.

Selama persiapan, dia dan teman-temannya banyak diuji. “Kesulitannya, karena kami masih kuliah full SKS. Jadi harus bagi waktu antara kuliah, kerja kelompok, dan latihan,” kata Leon.

Pressure yang mereka alami dijadikan sumber semangat. “Beban banyak. Membawa nama PSM UAJY, UAJY, Indonesia, dan prestasi angkatan sebelumnya,” katanya. (sde/iwa/ong)