KULONPROGO – Sebanyak 21 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kulonprogo akan berbentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Status tersebut akan menjadikan Puskesmas memiliki perangkat kesehatan lebih baik. Bisa melayani pasien rawat inap tanpa merujuk pasien ke RSUD Wates

“Pada 2017 ada 15 Puskesmas berstatus BLUD. Enam sisanya belum lolos verifikasi. Tahun 2018 semua harus BLUD. Agar pelayanan kesehatan lebih baik,” kata Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo Bambang Haryatno mengatakan Puskesmas harus bisa memberi layanan rawat inap. Sebab RSUD Wates kewalahan melayani banyaknya pasien.

“Kalau Puskesmas bisa rawat inap, tentunya bisa mengurangi beban RSUD Wates,” kata Bambang.

Keenam Puskesmas yang belum memiliki layanan rawat inap yakni Puskesmas Temon I, Girimulyo II, Sentolo I, Samigaluh I, Galur II dan Panjatan II.

“Kami akan siapkan infrastruktur pendukung, baik bangunan maupun peralatannya. Sumber daya manusia (SDM) juga perlu disiapkan karena masih kurang. Persiapan dilakukan bertahap,” kata Bambang. (tom/iwa/ong)