GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Mereka berkomitmen mengurangi kebocoran retribusi. Caranya? Membenahi sistem, sarana, metode dan peningkatan SDM serta melakukan monitoring dan evaluasi.

“Kami ingin menerapkan e-ticketing. Kami tindaklanjuti dengan menyiapkan sarana dan peraturannya,” kata Badingah dalam rapat paripurna dengan agenda jawaban bupati atas pandangan fraksi di DPRD Gunungkidul kemarin.

Sedangkan upaya mengamankan PAD melalui sektor retribusi berupa pemasangan kamera CCTV di pos retribusi. CCTV dipasang di Pos Retribusi Baron, Wediombo, Tepus, Siung, Wediombo, Bejiharjo, dan Pos Retribusi Karang Lor Bejiharjo.

Diharapkan aktivitas pos retribusi terpantau. Ada kemungkinan dikerjasamakan dengan swasta. “Namun hanya pada pelaksanaan pemungutan retribusi,” ujar Badingah.

Dia tidak sependapat dengan pandangan fraksi yang mengusulkan penarikan tarif retribusi dilakukan pada masing-masing objek wisata. Dia akan melakukan pengkajian berkaitan dengan kondisi geografis objek wisata tersebut.

“Haru ada strategi untuk mengatasi lama tinggal wisatawan. Masih ada beberapa hal yang masih perlu disiapkan,” kata Badingah.

Penyusunan paket wisata bisa dilakukan bersama agen perjalanan wisata. Event pariwisata juga harus ditambah. Pelayanan perizinan juga harus ditingkatkan.
Kelengkapan fasilitas umum seperti musala, parkir, toilet, harus lengkap. Agar menambah kenyamanan pengunjung.

“Jadi, kenaikan retribusi harus sepadan dengan fasilitas. Kenaikan tarif retribusi harus memerhatikan perda, indeks harga dan perkembangan ekonomi,” kata Badingah. (gun/iwa/ong)