GUNUNGKIDUL – Kejaksanaan Tinggi (Kejati) DIJ memanggil Kepala Desa (Kades) Songbanyu, Kecamatan Girisubo, Suhadi. Pemanggilan tersebut untuk mengorek keterangan Suhadi terkait laporan dugaan penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

“(Kades Suhadi) masih dimintai keterangan. Apakah benar atau tidak (terkait laporan) warga. Kalau terbukti (ada penyelewengan) nanti statusnya dinaikkan (jadi tersangka),” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati DIJ Kusuma Jaya Bulo kemarin.

Dijelaskan, dalam perkara ini tidak hanya kades yang dipanggil. Kejati juga meminta keterangan sejumlah orang untuk mengkonfirmasi laporan dugaan pelanggaran hukum.

“Status (Kades Suhadi) belum jadi saksi. Semua laporan itu kami cek dan dikonfirmasi dulu apakah benar atau tidak,” ujar Kusuma.

Menurut dia, laporan dugaan pelanggaran hukum masih dalam proses penanganan. Publik diminta bersabar karena informasi detail perkembangan kasus belum dapat disampaikan.

Penasihat hukum pelapor, Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Songbanyu (FKMPS), Totok Sugiyanto mengatakan pemeriksaan saksi pelapor sudah dilakukan dua kali. “Ada lima saksi diperiksa Kejati DIJ,” kata Totok.

Sedangkan Suhadi mengaku siap menjalani proses hukum. Dia yakin selama ini sudah berkerja dengan baik sesuai aturan. “Sebelumnya telah diperiksa tim kabupaten,” kata Suhadi.

Pada akhir September 2017, warga Desa Songbanyu, Kecamatan Girisubo menggelar unjuk rasa ke kantor desa setempat. Menuntut pemerintah desa transparan mengelola APBDes. (gun/iwa/ong)