BANTUL – Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Dispertautkan) Bantul Pulung Haryadi menyatakan butuh strategi khusus untuk mengangkat sekaligus memasarkan beragam produk pertanian dan perikanan. Salah satunya pasar tematik.

“Lokasinya di Kompleks Perkantoran Pemkab Manding,” jelas Pulung kemarin (1/11).

Ada dua pasar tematik yang diinisiasi. Yaitu, pasar tani setiap Rabu dan pasar ikan setiap Jumat. Menurutnya, ada beragam produk yang dijual. Dalam pasar tani, misalnya, ada aneka ragam bibit, pangan olahan hingga sayuran. Adapun pasar ikan lebih banyak menawarkan pangan olahan berbahan baku ikan.

“Ada 30 petani dan kelompok yang bergabung. Di pasar ikan baru ada 10 nelayan dan pengusaha ikan yang bergabung,” sebutnya.

Salah satu kelompok yang bergabung adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Rejeki. Koordinator KWT Ngudi Rejeki Haida menganggap media promosi masih terbatas sehingga produk pangan olahan baru sulit menembus pasar. Masuk ke toko besar juga butuh biaya. Karena itu, Haida apresiatif dengan pasar tematik yang diinisiasi dinas.

“Produk kami banyak. Seperti mi, peyek, dan teh. Semuanya berbahan baku daun kelor,” sebutnya. (zam/ila/ong)