BANTUL – Polres Bantul menaruh perhatian serius terhadap para pelajar yang mengendarai sepeda motor. Karena itu, polisi tidak akan segan menindak kalangan pelajar yang terjaring dalam razia Operasi Zebra Progo 2017.

Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi menegaskan, tidak ada toleransi bagi para pelajar SMP maupun SMA yang belum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM). Siswa yang terjaring bakal ditindak. Terlebih kepolisian telah memberikan sosialisasi Program Pendidikan Masyarakat di berbagai sekolah.

“Kami menekankan siswa yang belum punya SIM dilarang mengendarai sepeda motor,” tegas Imam usai Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Progo di halaman Mapolres Bantul, kemarin (1/11).

Sikap tegas ini selaras dengan salah satu tujuan utama yang diusung dalam operasi yang digelar selama 14 hari ke depan ini. Imam menyebut ada tiga tujuan yang dicapai dalam operasi ini. Yakni, penegakkan hukum, cipta patuh aturan, dan membangun kesadaran tertib berlalu lintas. Dengan begitu, polisi tidak hanya menindak pengendara yang tidak mengantongi SIM. Melainkan juga pengendara yang tidak menggunakan kelengkapan berkendara seperti helm.
“Ini semata-mata untuk melindungi masyarakat dari potensi kecelakaan,” tandasnya.

Ada target lain yang dipatok dalam operasi ini. Imam menargetkan kasus kecelakaan lalu lintas turun hingga sepuluh persen pada 2017. Walaupun tren kecelakaan lalu lintas di Bumi Projo Tamansari sejak 2015 cenderung terus menurun. “Rata-rata 2.000 kasus,” sebutnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Didik Warsito berkomitmen mendukung langkah kepolisian. Karena itu, Didik berjanji bakal mengeluarkan surat imbauan kepada wali murid. Isinya agar mereka melarang anaknya mengendarai sepeda motor. “Khususnya yang SMP,” ucapnya.

Imbauan kepada wali murid ini dikeluarkan lantaran sekolah angkat tangan. Menurutnya, sekolah telah berulang kali melarang siswanya berangkat belajar mengendarai sepeda motor. Namun, faktanya tidak sedikit siswa yang mengabaikannya. Biasanya, siswa menitipkan sepeda motor mereka di penitipan sekitar sekolah agar tidak ketahuan.

Sementara itu, operasi dengan sandi Zebra Progo 2017 ini akan digelar selama dua minggu (14/1) mendatang. Berkaca pada Operasi Zebra Progo 2016, jumlah pelanggar lalu-lintas di Jogjakarta masih cukup tinggi. (zam/ila/ong)