SLEMAN – Pembayaran tagihan PDAM Sleman kini tidak harus antre di loket. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PDAM Kabupaten Sleman secara simbolik menerapkan aplikasi transaksi pembayaran tagihan PDAM secara elektronik (E-PDAM) menggunakan e-channel ATM. Layanan ini sudah dimulai kemarin (2/11).

Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Sleman Sri Purnomo beserta jajarannyadan Pemimpin BNI Kantor Cabang UGM Suryo Wikanthomo.

Penerapan E-PDAM ini merupakan kelanjutan dari merjasama Jasa Layanan Perbankan antara Pemkan Slemandan BNI. Selain E-PDAM, saat ini sedang dimatangkan kerja sama pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (E-PBB).

“Kerja sama seperti ini menjadi model percontohan pengembangan di kota di Indonesia yang didukung oleh BNI dengan berbasis pada teknologi informasi,” ujar Pemimpin BNI Kantor Cabang UGM Suryo Wikanthomo.

Suryo menambahkan, dengan E-PDAM, pembayaran tagihan PDAM oleh pelanggan dapat dilakukan 24 jam dalam masa periode tanggal pembayaran sehingga memberikan keleluasaan waktu dan tempat kepada pelanggan.

“Saat ini pembayaran barumelalui mesin ATM, namun ke depan akan diperluas lagi melalui e-Channel lainnya,” ujar Suryo.

Melalui e-Channel, lanjut dia, BNI juga turut andil dalam program cashless society dan literasi keuangan yang diinisiasi baik oleh Bank Indonesia (BI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ke depan BNI juga akan mengembangkan layanan pembayaran pajak daerah lainnya dan layanan produk serta jasa perbankan lainnya melalui e-Channel.

E-PDAM juga melengkapi kerja sama sebelumnya dengan Pemkab Sleman dan jajaran yaitu dalam pemasaran produk UMKM secara online melaluisleman-mal.com maupun Rumah Kreatif BUMN (RKB).

“BNI berkomitmen akan menjadi banking partner bagi Pemkab Sleman serta seluruh BUMD guna mendukung konsep smart city dan akhirnya menjadikan BNI sebagai One Stop Banking Solution bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo mengungkapkan, bahwa hal ini merupakan upaya Pemkab Sleman untuk semakin mendekatkan visi kabupaten Sleman menjadi Smart Regency.

“Di era perkembangan teknologi yang semakin pesat seperti saat ini, maka kami harus bisa menyesuaikan, termasuk untuk pelayanan publik,” katanya. (*/pra/ila/ong)