GUNUNGKIDUL-Seorang nelayan di Guanungkidul tewas tenggelam saat memancing gurita di Pantai Watu Kodok akhir pekan lalu. Pria bernama Gatot Bayu Rujito,20, warga Desa Girisekar, Panggang, Gunungkidul dilaporkan hilang setelah kapal yang ditumpanginya terbalik akibat diterjang gelombang tinggi.

Tragedi Pantai Watu Kodok terjadi ketika kapal jukung “Setia Putra” yang ditumpangi Gatot Bayu Rujito bersama tiga rekannya, Sunarno, 40, warga Girisekar, Panggang; Sigit Wahyudi, 17, dan Rio Setiadi, 17 (Girikarto, Panggang) terbalik dan karam. Kapal terbalik setelah terhantam ombak besar dari selatan dan menabrak batu karang.

Keempatnya harus berjibaku melawan gelombang tinggi dengan cara berenang untuk menyelamatkan diri. Diduga karena kelelahan, Gatot ditengarai tenggelam. Sedangkan ketiga korban selamat segera mendapat penanganan medis di Posko SAR setempat.

“Pencarian masih kami lakukan (kemarin, Red). Namun korban hilang belum ditemukan,” ungkap Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Pantai Baron Surisdiyanto kemarin.

Sehari setelah dikabarkan hilang tim SAR telah melakukan penyisiran hingga radius 1,5 kilometer ke sisi barat dan timur lokasi kejadian. Menggunakan dua unit kapal Jungkung Rescue, satu unit jetsky, dan enam kapal jungkung milik nelayan.

“Kami juga menggunakan pesawat drone camera untuk mempermudah proses pencarian, dua alat selam, dan dua unit ambulans,” ujarnya.

Puluhan relawan SAR pun dikerahkan. Personel ditambah, nelayan setempat turut mencari keberadaan korban. Namun hasilnya masih nihil.

Koordinator SAR Satlinmas Orwil II Marjono mengatakan tinggi gelombag laut hingga kemarin sore terpantau landai pada ketinggian kurang dari dua meter. Diperkirakan beberapa hari ke depan terus menurun. “Akan tetapi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan semua harus waspada,” ingatnya. (zam/gun/ong)