Bahas Digitalisasi 70 Manuskrip Keraton Jogja

JOGJA- Jogjakarta terbukti telah menjadi magnet yang kuat bagi masyarakat belahan lain benua. Kemarin (7/11) giliran Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menemui Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X di Gedhong Wilis, Kepatihan. Kehadiran diplomat yang fasih berbahasa Indonesia itu untuk membicarakan rencana digitalisasi 70 manuskrip dari Keraton Jogja yang kini tersimpan di British Library, Inggris.

“Total ada 300 buku yang tersimpan di sana (British Library, Red),” ungkap Malik usai berdiskusi dengan HB X.

Tujuan digitalisasi 70 buku kuno tersebut untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai budaya Jawa yang termaktub di dalamnya. Sebab, selama ini koleksi British Library hanya bisa diakses oleh para ilmuwan. Nah, dengan bentuk digital, ke-70 manuskrip tersebut akan lebih mudah diakses oleh masyarakat di seluruh dunia. Baik sejarawan, mahasiswa, atau siapa pun yang tertarik dengan kebudayaan Jawa. “Warisan ini bukan hanya untuk ilmuwan, tapi untuk masyarakat di seluruh penjuru dunia,” ujar Malik.

Rencana digitalisasi 70 manuskrip dari Keraton Jogja didanai oleh Sri Prakash Lohia, pendiri Indorama Corporation. Dia merupakan warga negara Indonesia berdarah India. Proyek yang diprakarsai British Library ini akan dilakukan pada 2018 dengan rentang waktu satu tahun.

Menanggapi usulan Pemerintah Inggris, HB X sangat apresiatif. Digitalisasi manusrkip sangat penting untuk menambah koleksi digital dunia maya yang bisa diakses bebas oleh masyarakat.

“Saya belum tahu persis judulnya apa saja,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD)DIJBudi Wibowo mengatakan, rencana digitalisasi 70 manuskrip Keraton Jogja menjadi kabar menggembirakan. Dia menengarai, ke-70 buku kuno yang dibawa bekas Gubernur Jenderal Hindia Belanda Sir Thomas Stamford Raffesbelum pernah dibaca oleh masyarakat Indonesia. “Yang terpenting setelah digitalisasi harus ada tindak lanjutnya,” ujar Budi.

Menurut Budi, pemerintah bisa menindaklanjuti proyek digitalisasi 70 manuskrip Keraton Jogja dengan menerjemahkannya ke bahasa Indonesia. Hal itu guna memudahkan masyarakat untuk membaca dan memahami isi buku-buku kuno yang kaya falsafah Jawa itu.

Adapun Moazzam Malik merupakan duta besar ketiga dari negara Eropa yang mengunjungi HB X dalam empat bulan terakhir. Sebelumnya, pada Jumat (3/11) lalu Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Peru untuk Indonesia Julio Arturo Kardenas menyambangi HB X dalam rangka penjajakan program sister province.

Demikian pula Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia Ivan Hotek yang menemui gubernur pada 21 Juli lalu. Ivan melakukan pembicaraan rencana kerja sama pembangunan sarana transportasi guna mendukung konsep airport city di kawasan New Yogyakarta International Airport (NYIA), temon, Kulonprogo, yang saat ini pembangunannya masuk tahap land clearing.(dya/yog/ong)