MUNGKID – Para petani bawang putih di Lereng Sumbing, Kabupaten Magelang pernah mengalami puncak kejayaan pada 1990-an lalu. Bahkan, stok bawang putih yang melimpah gaungnya hingga ke berbagai daerah.

Namun demikian, berangsur-angsur hasil pertanian bawang putih mengalami penurunan. Kini, “baunya” tak lagi tercium. Karena itu beberapa pihak sepakat, kejayaan komoditas bawang putih akan kembali dibangkitkan.

Salah satu caranya adalah dengan gerakan menanam bawang putih. Penanaman bawang putih ini dilakukan di beberapa daerah secara serentak. Seperti di Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang (Jawa Tengah) dan Lombok Timur.

Khusus di Magelang, penanaman dilangsungkan di Lereng Sumbing Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik.”Semoga ini menjadi momentum kebangkitan bawang putih di Indonesia dan Kaliangkrik pada khususnya,” kata Direktur Pengolahan dan Perencanaan Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian Yazid Taufik pada acara penanaman secara serentak bawang putih kemarin (7/11).

Menurutnya untuk swasembada bawang putih, pemerintah pusat hanya membutuhkan lahan 73.000 hektare. Sedangkan permintaan kebutuhan bawang putih di Indonesia mencapai 500.000 ton per tahun. Dari jumlah itu baru bisa memenuhi 20.000 ton per tahun. “Selebihnya dipenuhi dengan impor dari Tiongkok,” jelasnya.

Untuk lahan bawang putih di Indonesia total mencapai 1.720 hektare yang didanai dari APBN. Adapun 400 hektare, dari importir yang diwajibkan menanam bawang putih. Oleh karena itu, dengan adanya swasembada bawang putih di Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik ini diharapkan mampu mempercepat swasembada hortikultura. “Khususnya bawang putih yang prospeknya cukup bagus dan dapat tumbuh serta berhasil dengan baik,” ujarnya.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia melakukan percepatan swasembada hortikultura pada 2019 ini. Upaya tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri khususnya bawang putih. Untuk komoditas lain seperti padi, jagung dan kedelai (pajale) dan cabai sudah dapat terpenuhi. “Bahkan untuk bawang merah kita sudah melakukan eksport ke Tailand, Cina, dan Singapura,” kata Yazid.

Asisten III Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Magelang Endra Endah Wacana menyambut baik program ini. Kabupaten Magelang memiliki lahan bawang putih seluas 100 ha. Itu ada di Desa Adipuro, Kacamatan Kaliangkrik dengan total anggaran mencapai Rp 8 miliar. Selain penanaman, pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan untuk kelompok tani.

Bentuk bantuan berupa tiga unit sepeda motor roda tiga untuk angkutan bawang, traktor, alat-alat pertanian. Serta pupuk dari Kementerian Pertanian, serta pengusaha dan lainnya. (ady/din/ong)