JOGJA – Semua suguhan kudapan snack maupun makan untuk pertemuan di lingkungan Pemkot Jogja diminta menyediakan buah dan sayur. Konsumsi buah dan sayur dinilai sebagai salah satu pencegah penyakit tidak menular, yang saat ini menjadi penyebab terbesar kematian di Kota Jogja.

“Dari sepuluh besar penyebab kematian di Jogja, enam karena penyakit tidak menular seperti kanker, jantung atau diabetes, padahal penyakit tersebut bisa dicegah,” ujar Kepala Dinkes Kota Jogja Fita Yulia Kisworini disela deklarasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Balai Kota Jogja, Selasa (7/11).

Padahal konsumsi buah dan sayur bisa mencegah penyakit tidak menular dan indikator sederhana gizi seimbang.
Menurut Fita, di lingkungan Pemkot Jogja sudah ada Surat Edaran (SE) Sekretaris Kota Jogja yang mewajibkan tiap pertemuan Organisasi Perangkat Daerah, Unit Pelaksana Teknis maupun sekolah harus menyediakan buah sebagai bagian snack dan sayur serta buah jika jamuan makan.

Setiap makanan yang diberikan minimal harus ada satu buah. “Daripada gorengan yang berminyak kan lebih baik kudapan berupa buah,” tuturnya.

Selain makan buah dan sayur, kampanye Germas yang dilakukan Dinkes Kota Jogja juga dengan rutin melakukan pengecekan kesehatan. Misalnya di lingkungan Pemkot Jogja dengan memaksimalkan keberadaan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM). Di masyarakat juga ada Puskesmas. “Secara rutin masyarakat bisa memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas,” ujarnya.

Fita berharap setiap harinya masyarakat melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari. Termasuk menghindari rokok. Terlebih di Kota Jogja sudah memiliki Perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok, yang menetapkan beberapa kawasan dilarang untuk merokok.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi saat deklarasi juga mengajak masyarakat Kota Jogja supaya mengikuti Germas. Menurut dia, dari empat poin Germas, sebetulnya bukan perkara yang sulit dilaksanakan tapi tergantung kemauan.
“Seperti aktivitas fisik 30 menit per hari, sepertinya mudah tapi saat akan dilakukan tidak mudah,” ujarnya.

HP, sapaannya, mengungkapkan, salah satu indikator keberhasilan Germas yakni turunnya pembayaran klaim BPJS Kesehatan. “Tahun depan kalau klaim yang dibayar turun berarti Germas berhasil,” ungkapnya. (pra/ila/ong)