JOGJA – Nekat. Mungkin itu komentar yang pas disematkan kepada Nur Siyam, alumnus Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga. Dia menaiki sepeda modifikasi setinggi tiga meter dari Jogja menuju kampung halamannya di Indramayu, Jawa Barat.

“Pulang naik sepeda, sebagai bentuk rasa syukur karena telah berhasil menyelesaikan studi sarjana. Yah, meski membutuhkan waktu selama empat belas semester atau sekitar tujuh tahun baru bisa lulus,” ujarnya di temui kemarin (7/11).
Siyam melakukan aksi nekatnya ini bukan tanpa alasan, hal ini dia lakukan sebagai nazar karena sudah menyelesaikan studi sarjana strata satu (S1).

Dia akan menempuh jarak sekitar 380 kilometer. Rencananya, Siyam akan melalui rute jalur selatan dengan melewati Kulonprogo, Purworejo, Kebumen, Bumiayu, Cirebon, hingga akhirnya sampai Indramayu. Dia menargetkan akan sampai di Indramayu pada Kamis (9/11) nanti jika perjalanannya lancar dan tanpa mengalami hambatan.

Dalam melakukan aksi nekatnya ini, Siyam mengaku tak ada persiapan khusus. Bahkan saat berangkat kemarin dia hanya memakai kaus, celana pendek. Dia juga hanya membawa beberapa baju ganti dan sarung yang ditaruh dalam sebuah tas.

“Meski sedikit mengalami kesulitan saat berada di lampu merah dengan kondisi sepeda yang terlalu tinggi tapitak menjadi masalah. Perjalanan ini merupakan bentuk perjalanan spiritual yang melatih kesabaran,” jelasnya.

Selain karena nazar, Siyam juga mengaku bahwa perjalanan panjangnya ini juga sebagai bentuk kritik kepada masyarakat. Saat ini dia menilai sudah terlalu manja dengan kemudahan teknologi dan transportasi. “Contohnya untuk ke warung harus pakai motor sehingga dari situlah muncul pemikiran bahwa masyarakat itu sudah terlalu manja,” ungkapnya. (sky/ila/ong)