BANTUL – Aksi kekerasan di jalanan yang menyebabkan Arif Nur Rohman, 20, warga Dusun Mredo, Bangunharjo, Sewon akhirnya terungkap. Kurang dari 48 jam Polres Bantul membekuk dua pelaku pelemparan yang terjadi di Jalan Sudimoro-Tembi, Minggu dini hari (5/11). Yaitu, Ar, 17, dan Aw, 19. Keduanya warga Bangunharjo, Sewon.
Ironisnya lagi, saat dibekuk di rumahnya kedua pemuda putus sekolah ini masih terpengaruh psikotropika.

Menurut Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi, kedua pelaku saat menjalankan aksinya juga di bawah pengaruh obat-obatan terlarang. Saking tingginya dosis, polisi harus menunggu hingga 24 jam pascapenangkapan untuk melakukan pemeriksaan.

“Karena belum bisa dimintai keterangan,” jelas Imam saat gelar ungkap kasus di Mapolres Bantul, kemarin (7/11).

Kendati harus menunggu lama, hasil pemeriksaan mengungkap beberapa fakta mencengangkan. Menurutnya, kedua pelaku ini diduga anggota geng. Namanya Holly To Fight (HTF). Geng yang beranggotakan pelajar dan pemuda putus sekolah ini kerap melakukan aksi kekerasan di sejumlah wilayah. Kendati begitu, Imam belum dapat memastikan apakah pelaku serangkaian aksi kekerasan ini kedua tersangka ini atau lainnya.

“Masih kami kembangkan. Kami juga akan mengidentifikasi seluruh anggotanya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Imam juga menyebut bahwa HTF merupakan pecahan sebuah geng besar di DIJ. Data kepolisian menunjukkan HTF merupakan satu dari 300-an geng yang ada di Bumi Projo Tamansari. “Itu data 2016,” sebutnya.
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo memastikan kasus ini bukan klithih. Pelaku dan korban saling kenal. Sebelum terjadi insiden pelemparan rombongan korban dan pelaku sempat bersitegang.

Dari pemeriksaan diketahui, Arif bersama beberapa temannya sekitar pukul 02.00 Minggu (5/11) hendak mencari makan. Sesampainya di sekitar Masjid Sudimoro rombongan korban bertemu dengan para pelaku. Di sini, rombongan korban dan pelaku adu mulut. Rupanya, cekcok ini merupakan buntut dari serangkaian insiden sebelumnya.

Kendati begitu, adu mulut ini sebatas cekcok biasa. Rombongan korban pun melaju ke arah selatan dan berbelok ke barat sesampainya di simpang empat Sudimoro. Mengetahui hal ini, para pelaku yang telanjur menggeber kendaraannya ke arah selatan berputar balik. Keduanya ikut ke barat ke arah Tembi. Ketika di depan balai desa Timbulharjo, kedua pelaku menyalip rombongan korban.

Namun, tak lama kemudian keduanya berputar balik. Lalu, melempar pecahan batako dan mengenai dada Arif. Saking kerasnya lemparan, Arif langsung pingsan. Tubuhnya tersandar di setang. “Bagian pembuluh darahnya yang kena,” bebernya.

Muhammad Hisbullah, rekan korban bersama sejumlah warga Dusun Sranggen, Timbulharjo, Sewon sempat melarikannya ke Puskesmas Sewon. Sayang, nyawanya tak tertolong.

Sementara itu, kedua pelaku yang kini mendekam di tahanan Mapolres Bantul dijerat dengan Pasal 351 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. (zam/ila/ong)