KULONPROGO – Pembangunan Pasar Bendungan sudah mencapai 70 persen. Tahap pertama pembangunan dengan anggaran Rp 21,417 miliar ini kini tinggal menyisakan waktu 1,5 bulan. Diharapkan akhir 2018 semua pekerjaan tuntas, pedagang bisa segera menempatinya.

“Tahap pertama pembangunan mulai akhir April 2017 hingga 21 Desember. Saat ini sudah masuk November, artinya tenggat waktunya tinggal 1,5 bulan,” kata Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat meninjau Pasar Bendungan Wates kemarin.

Menurut dia, 240 hari kalender pembangunan harus dioptimalkan. Tahap kedua akan dilaksanakan awal 2018. Tahap kedua nanti, anggaran Rp 4 miliar sudah disiapkan untuk membangun kantor pengelola pasar, jalan, serta jalur pedestrian.

“Skenario pemindahan pedagang dari pasar darurat baru akan dipikirkan saat pembangunan tahap kedua. Semua pekerjaan harus tuntas paling lambat akhir 2018,” ujar Hasto.

Dilihat secara fisik, progres pembangunan tahap pertama memuaskan. Kendati ada beberapa catatan khusus, yakni penerangan dan kelancaran sikulasi udara pada bangunan lantai pertama.

“Saya sudah mengingatkan kontraktor agar tidak lupa dengan fasilitas dan akses penyandang disabilitas. Berupa ram atau bidang miring pengganti tangga,” kata Hasto.

Percepatan perlu dilakukan agar pedagang tidak terlalu lama menempati relokasi sementara. “Namun sebelum difungsikan, saya minta akses jalan harus selesai dulu. Tahun depan lelang pengerjaan jalan harus sudah dilakukan,” kata Hasto.

Kepala Dinas Perdagangan Kulonprogo Niken Probo Laras optimistis tahap pertama permbangunan akan selesai pekan ketiga Desember. Dia terus melakukan pengawasan, bangunan harus memenuhi spesifikasi.

“Kami akan meminta perbaikan jika ditemukan kekurangan selama masa pemeliharaan. Tepatnya pasca serah terima pekerjaan pertama,” kata Niken.

Pemindahan pedagang ke bangunan baru, Niken mengatakan belum ada keputusan. Pemindahan pedagang akan dibahas setelah pembangunan memasuki tahap akhir.

“Apakah nanti dilakukan bertahap atau harus serentak? Itu belum bisa dipastikan. Nanti kami lihat situasinya, kalau bisa bareng, lebih baik,” ujar Niken. (tom/iwa/ong)