SLEMAN- Meski sempat menuai kritik, Panwaslu Kabupaten Sleman tetap melantik 51 Panwaslu Kecamatan (Panwascam). Selanjutnya pengawas terlantik akan bertugas di 17 Kecamatan di Sleman. Untuk setiap Kecamatan terdiri dari 3 anggota Panwascam.

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum Mustain Aminun meminta agar Panwascam bekerja secara professional. Pengawasan proses pemilu wajib menjunjung tinggi nilai demokrasi. Sehingga setiap anggota terpilih harus benar-benar bertindak netral dan tegas.

“Posisi yang cukup rentan karena berkaitan dengan kepentingan politik beberapa golongan. Jangan berat kiri atau kanan harus tetap ditengah, netral, jujur, adil dan cermat. Bisa mencarikan solutif jika ditemukan masalah kedepannya,” pesannya saat pelantikan di Hotel Tara, Sinduadi Mlati, kemarin.

Ketua Panwaslu Sleman Ibnu Darpito berharap Panwascam mampu mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Penyelenggaran pemilu tingkat DPR, DPD maupun DPRD dilakukan secara serentak, bahkan bertepatan pula dengan penyelenggaraan pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Pemenuhan aspek tidak hanya berdasarkan penyelenggaraan yang aman dan damai. Proses dan hasil juga harus memenuhi kualitas demokrasi. Artinya peran Panwas benar-benar bekerja secara professional, netral dan berintegritas.
“Politik uang masih bisa ditemui dalam setiap penyelenggaran pemilu. Ini yang menjadi tantangan bagi setiap Panwascam untuk bertindak tegas,” jelasnya. (dwi/ila/ong)