SLEMAN – Enam Partai Politik (Parpol) terancam gagal ikut Pemilu 2019. Sebab keenamnya belum memenuhi syarat batas minimal keanggotaan. Terdapat perbedaaan data antara Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Tanda Anggota (KTA) dan Sistem Informasi Partai Politik (Sipol).

Komisioner KPU Sleman Divisi Hukum, Penyelenggaraan dan Hubungan Antar Lembaga Imanda Yulianto mengatakan KPU Sleman memberikan tenggat waktu bagi keenam parpol tersebut. Mereka harus diberi waktu 18 November hingga 1 Desember untuk memenuhi syarat. Kekurangan paling besar adalah kekurangan data KTP dan KTA.

Manda, sapaan Imanda Yulianto, enggan menyebut nama partai yang datanya belum lengkap. Yang jelas, tiga partai baru dan tiga partai lama. Kurangnya syarat tersebut terkuak setelah KPU Sleman melakukan verifikasi lapangan.

Saat melalukan verifikasi lapangan KPU Sleman menemukan 908 keanggotaan ganda. Mayoritas merasa tidak ikut parpol pengumpul data.

“Ada 59 nama PNS muncul, baik Aparatur Sipil Negara (ASN), Polri maupun TNI. Saat diklarifikasi sebagian besar mengiyakan tapi sudah pensiun. Sementara 30 persen di antaranya masih aktif dan menyangkal ikut parpol,” kata Imanda.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jazim Sumirat memastikan proses verifikasi berjalan objektif dan lancar. Dirinya secara penuh mendukung verifikasi oleh KPU Sleman. Dimana salah satu acuan verifikasi berdasarkan data kependudukan Kabupaten Sleman. (dwi/iwa/ong)