Ngeyel, Satpol PP Siapkan Tipiring

JOGJA- Ada gula, pasti ada semut. Kiasan itu terjadi di sekitar Alun-Alun Utara Jogja. Saat kawasan alun-alun dijadikan pusat Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS), para pedagang kaki lima (PKL) tak mau kalah dalam mengais rezeki. Mereka pun mendirikan tenda-tenda di trotoar sekitar alun-alun.

Karena melanggar aturan peruntukan trotoar, petugas Satpol PP Kota Jogja pun turun tangan. Tak kurang 15 kios PKL di area itu dibongkar kemarin (16/11). “Ditertibkan karena dagangan mereka mengganggu pejalan kaki,” ujar Kasi Operasional Satpol PP Kota Jogja Budi Santoso.

Pembongkaran tenda PKL di Jalan Pangarukan ternyata tidak berarti mereka dilarang jualan. Para PKL hanya diminta memberikan ruang bagi pejalan kaki. Tenda-tenda diatur sehingga tidak memenuhi lebar trotoar. “Mereka jualan di trotoar karena tak tertampung di area PMPS. Kami minta mundur sedikit untuk akses pejalan kaki,” ungkap Budi.

Dari pantauan di lokasi kejadian, semua PKL menunjukkan sikap kooperatif. Bahkan, beberapa PKL beritikat baik membongkar sendiri tenda-tenda yang terlanjur berdiri.

Budi cukup apresiatif dengan kesadaran para PKL. Sebab, ada sanksi pidana ringan bagi mereka karena nekat berjualan di trotoar. Budi mewanti-wanti, meski tak ada razia penertiban, para PKL tak lagi membangun tenda hingga memenuhi trotoar. Jika hal itu dilanggar, Budi tak segan-segan mengajukan PKL yang melanggar aturan ke meja hijau.

Adapun PMPS digelar hingga 30 November. Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan, PMPS tak hanya diisi stan-stan perdagangan umum maupun lembaga pemerintah. Total ada 468 stan yang terbagi dalam dua zona. Acara seni dan panggung pariwisata turut ditampilkan sebagai daya tarik bagi wisatawan.(pra/yog/ong)