JOGJA – Tahun 2013 menandai babak baru bagi Stadion Mandala Krida. Ya, pada tahun tersebut stadion di pusat Kota Jogja itu mulai direnovasi. Itu dimulai dengan pembangunan pagar stadion hingga merobohkan stadion lama secara bertahap.
Tahun ini, meskipun belum 100 persen rampung, wajah Stadion Mandala Krida mengalami perubahan total. Terutama bangunan utama stadion yang kini lebih modern dan berkelas internasional.

Tidak hanya bangunan stadion, di lahan sekitarnya seluas 7,2 hektare juga terdapat fasilitas olahraga lainnya, yakni arena panjat tebing, lapangan voli pasir, dan lapangan basket.

Ya, stadion yang identik dengan PSIM Jogja ini cukup bersejarah. Berdiri pada 1976, Stadion Mandala Krida tidak hanya tercatat sebagai markas PSIM saja.

Perkesa Mataram dan Mataram Indocement dulunya pernah merasakan berkandang di stadion ini. Bahkan, saudara muda PSS Sleman pun pernah menggunakan Mandala saat berlaga di Divisi Utama 2002.

Kepala BPO DIJ Edy Wahyudi menyatakan, akhir bulan ini atap tribun sisi barat ditargetkan rampung. Meskipun telah rampung, renovasi direncanakan masih akan dilakukan. Terutama pembenahan rumput dan drainase lapangan. Selain itu, lintasan atletik untuk penunjang cabang olahraga atletik juga akan dilakukan. “Sebenarnya kalau mau digunakan bisa, tapi rumput dan lintasan atletik harus benahi,” kata Edy kepada Main Bola.

Bagian lain yang menjadi target renovasi yakni sisi luar stadion seperti pengadaan genset dan lampu stadion. Untuk ruang ganti pemain plus toilet, ruang wasit, pengawas pertandingan, toilet dan ruang konfrensi pers sudah menjadi bagian dari stadion yang terletak di Kecamatan Gondokusuman ini.

Pembangunan Stadion Mandala Krida, diserahkan pada konsultan perencana PT Arsigraphi dengan kontraktor di 2017 dipercaya pada PT Duta Mas Indah- Permata Nirwana Nusantara Kso. “Angggaran yang telah dihabiskan sampai 2017 sebesar Rp 143,3 miliar,” jelasnya.

Stadion Mandala Krida akan menampung penonton sebanyak 25.000. Namun daya tampung maksimal stadion bisa mencapai di atas 30.000 penonton. Dengan perhitungan sisi barat dan timur stadion masing-masing menampung 10.000 penonton.
Sedangkan tribun utara dan selatan, memiliki daya tampung maksimal masing-masing 7.500 penonton. “Stadion Mandala diharapkan bisa menghadirkan laga-laga internasional,” jelasnya. (bhn/din/ong)